REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rasulullah SAW memerintahkan seorang suami untuk mempergauli istrinya dengan baik, beliau juga memerintahkan seorang istri untuk berbuat baik kepada suaminya dan menaati suaminya dalam perkara yang baik.
Bahkan, dalam sejumlah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan besarnya hak suami atas istrinya serta kaitannya dengan keselamatan seorang istri di akhirat.
Baca Juga- Mengapa Sikap Negara-Negara Balkan yang Muslim terhadap Israel Berbeda?
- Nikmat Kedua Kaki, Apa Rahasianya dalam Alquran dan Hadis? Ini Jawaban Studi Ilmiah
- Pernahkah Anda Renungkan Akhir Ayat Alquran Ditutup dengan Irama yang Sama? Ini Rahasianya
Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا: ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
“Apabila seorang perempuan melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadan, menjaga kehormatannya, dan menaati suaminya, maka dikatakan kepadanya, ‘Masuklah ke surga dari pintu mana pun yang engkau kehendaki.’” (HR Ahmad_
Beliau juga bersabda:
أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الجَنَّةَ
“Perempuan mana pun yang meninggal dunia sementara suaminya rida kepadanya, niscaya ia masuk surga.” (HR at-Tirmidzi)
Mengapa Nabi Muhammad SAW memberikan penekanan sedemikian besar terhadap hak suami? Mengapa beliau menegaskan kewajiban seorang istri untuk menaati suaminya?
Jawabannya, karena suami bertanggung jawab memenuhi berbagai kebutuhan keluarganya. Ia menanggung kebutuhan makanan dan minuman di rumah, menyediakan biaya pengobatan dan pakaian bagi istri serta anak-anaknya.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika