Nasional

Jasa Marga Komitmen Kelola Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama seluruh anak usahanya menggelar penanaman pohon serentak di seluruh wilayah operasionalnya sepanjang Juni 2026 sebagai aksi nyata memperingati Hari Lingkungan Hidup...

25 Juni 2026, pukul 03:54 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama seluruh anak usahanya menggelar penanaman pohon serentak di seluruh wilayah operasionalnya sepanjang Juni 2026 sebagai aksi nyata memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, kegiatan seremoni diselenggarakan di Travoy Rest KM 792A Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jawa Timur.

 

"Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dioptimalkan perseroan memperkuat pembangunan infrastruktur jalan tol yang berkelanjutan melalui pengembangan Green Toll Road, program Green Corridor, serta transformasi kawasan rest area sebagai bagian dari ekosistem hijau Jasa Marga Group," ujar Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

 

Rivan menyampaikan komitmen Jasa Marga dalam menerapkan prinsip keberlanjutan diwujudkan melalui berbagai inisiatif, antara lain pengembangan green toll road, pengelolaan rest area yang lebih ramah lingkungan hingga pelaksanaan program penanaman pohon secara rutin. Ia mengatakan penanaman pohon merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. 

 

"Seluruh inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya Jasa Marga dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan para pemangku kepentingan terkait secara berkelanjutan," ucap Rivan.

 

Pada program yang dijalankan di Travoy Rest KM 792A, dilakukan penanaman 200 pohon pule di kawasan Rest Area Travoy KM 792A. Pohon pule dipilih karena memiliki kemampuan penyerapan karbon dan produksi oksigen yang baik, menghasilkan guguran daun yang relatif minim sehingga lebih mudah dalam pemeliharaan, serta memiliki sistem perakaran yang kuat dan dalam. 

 

Rivan menyampaikan aksi ini merupakan bagian dari program penanaman lebih dari 7.000 pohon dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 di berbagai ruas jalan tol dan rest area Jasa Marga Group, sekaligus menandai integrasi antara penghijauan koridor jalan tol dan penataan fasilitas pelayanan. Dia menyampaikan program penghijauan yang dilakukan memiliki manfaat yang terukur di antaranya menghasilkan manfaat ekologis berupa peningkatan kualitas udara, penambahan ruang terbuka hijau, peningkatan daya resap air, serta mampu memberikan pengukuran dampak lingkungan yang lebih akurat sebagai bukti nyata dari implementasi ESG Perseroan.

 

Rivan menyampaikan Jasa Marga tahun ini mulai hadirkan sistem monitoring digital yang mampu mengukur jejak karbon, memantau pertumbuhan pohon secara berkala, serta menghitung potensi penyerapan karbon (carbon offset). Kolaborasi tersebut menjadi fondasi pengembangan Green Corridor, yaitu koridor hijau yang akan diterapkan secara bertahap di seluruh lokasi penanaman pohon Jasa Marga Group.

 

"Jasa Marga secara konsisten terus merealisasikan program penghijauan secara berkelanjutan di setiap tahunnya," sambung Rivan. 

 

Tercatat, Perseroan telah menanam sebanyak 14.267 pohon pada 2023, 50.762 pohon pada 2024, dan 31.130 pohon pada 2025. Jasa Marga berkomitmen angka ini bertambah di setiap tahunnya, baik yang ditanam di wilayah jalan tol maupun di rest area. Selain memperkuat koridor hijau di sepanjang jalan tol, ucap Rivan, Jasa Marga juga terus mentransformasikan kawasan rest area menjadi ruang publik yang lebih modern, nyaman, dan bernilai ekonomi. 

 

"Revitalisasi Travoy Rest mengintegrasikan aspek pelayanan, pemberdayaan UMKM hingga keberlanjutan lingkungan," ungjap Rivan. 

 

Rivan menyampaikan revitalisasi  tersebut juga merupakan bagian dari pengembangan Green Toll Road yang tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jalan tol, namun sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Rivan menyampaikan langkah nyata rejuvenasi Travoy Rest diwujudkan melalui penataan fasad tenant UMKM, pembaruan signage dan lanskap kawasan, peningkatan kualitas fasilitas umum seperti toilet dan area duduk, serta penguatan kompetensi petugas frontliner.

 

Rivan menyebut transformasi Travoy Rest merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam mengoptimalkan aset melalui pengembangan kawasan berbasis pengalaman pelanggan sekaligus mendukung peningkatan pendapatan usaha lain perseroan. Kontribusi bisnis rest area Perseroan terhadap pendapatan usaha lain terus menunjukkan tren positif. 

 

"Di 2025, Perseroan membukukan pendapatan usaha lain dari rest area sebesar Rp783,2 miliar, tumbuh 21,7 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp643,6 miliar," kata Rivan. 

 

Rivan mengatakan zeluruh inisiatif yang dilakukan juga sejalan dengan misi Danantara Indonesia dalam membangun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terus menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat. Jasa Marga berkomitmen untuk terus meningkatkan nilai tambah dengan mengoptimalkan aset produktif yang mampu memberikan dampak ekonomi, sosial, dan kelestarian lingkungan secara berkesinambungan dengan tetap mengutamakan kebutuhan pelanggan.

Lihat di situs asli

Berita terkait