Nasional

Jebakan FOMO: Saat Hidup Terlalu Buru-Buru Cuma demi Validasi Medsos

JAKARTA -- Fear of Missing Out (FOMO) atau rasa takut ketinggalan tren, tidak lagi sekadar berkaitan dengan media sosial. Fenomena ini juga dapat memengaruhi cara seseorang memandang kebahagiaan, kesuksesan,...

29 Oktober 2026, pukul 03:24 WIB · dibaca 0 kali

JAKARTA -- Fear of Missing Out (FOMO) atau rasa takut ketinggalan tren, tidak lagi sekadar berkaitan dengan media sosial. Fenomena ini juga dapat memengaruhi cara seseorang memandang kebahagiaan, kesuksesan, harga diri, hingga ritme kehidupan.

Menurut psikolog Chetna Luthra, FOMO dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan terutama anak muda. Seiring berkembangnya media sosial, banyak anak muda yang terjebak FOMO. Akibatnya, mereka bisa terus-menerus membandingkan pencapaiannya dengan orang lain.

"Alih-alih menyadari dan menghargai hal-hal baik yang sudah kita miliki, kita justru disibukkan dengan apa yang mungkin sedang kita lewatkan. Dalam prosesnya, kita bisa kehilangan koneksi dengan hal-hal yang sebenarnya membuat hidup kita bermakna," kata Chetna dilansir laman Hindustan Times, Rabu (28/10/2026).

Menurut Chetna, ada sejumlah cara FOMO memengaruhi kesehatan mental seseorang sebagai berikut:

1. Terus mengejar pengalaman istimewa

Media sosial cenderung menampilkan momen terbaik dalam kehidupan seseorang, mulai dari pencapaian, perayaan, perjalanan, hubungan, hingga berbagai pengalaman luar biasa. Hal itu dapat membentuk anggapan bahwa kehidupan seharusnya selalu dipenuhi pengalaman yang menyenangkan, produktif, dan istimewa.

Padahal, kehidupan tidak selalu berada pada titik tertinggi. Setiap orang juga mengalami masa sulit, hari-hari biasa, dan periode ketika segala sesuatu berjalan lambat.

"Ketidakmampuan untuk menghargai momen-momen keseharian bisa menjadi salah satu dampak dari FOMO, karena kita mulai percaya bahwa kita seharusnya selalu melakukan sesuatu yang lebih," kata dia. 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait