REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden RI ke-7 Joko Widodo menilai polemik tudingan ijazah palsu yang kembali menyeret dirinya dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming tidak terlepas dari operasi politik. Ia menduga isu tersebut dimanfaatkan pihak tertentu untuk menurunkan reputasi politik keduanya.
Jokowi mengatakan, selain pihak yang menjalankan operasi politik, terdapat pula kelompok lain yang menunggangi persoalan tersebut.
Baca Juga- Pramono Akui Kualitas Udara Jakarta Memburuk Tiga Hari Terakhir, Asap Sampai Ibu Kota?
- Ini Perkara Korupsi yang Diduga Menjerat Bupati Klaten
- KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Nusron Wahid Jika Terus tak Hadir Pemeriksaan
"Iya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi," kata Jokowi di kediamannya, Jumat (16/10/2026).
Menurut Jokowi, isu ijazah palsu juga berpotensi mengalihkan perhatian masyarakat dari persoalan lain. Ia tidak menutup kemungkinan polemik tersebut sengaja dimanfaatkan untuk merusak citra politik seseorang.
"Jadi menjadi ramai sekali. Tapi ya buat saya, biasa aja," kata Jokowi.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika