Nasional

Kader NU Diminta Jaga Muruah, Ingat Kisah Penyerahan Tongkat dan Tasbih Syaikhona Kholil Bangkalan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hilmy Muhammad menyerukan seluruh kader untuk menjaga muruah dan kemandirian organisasi....

26 Agustus 2026, pukul 11:53 WIB · dibaca 1 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hilmy Muhammad menyerukan seluruh kader untuk menjaga muruah dan kemandirian organisasi. Ia mengingatkan para peserta muktamar agar tidak mudah dipengaruhi atau diintervensi kepentingan politik dari luar NU.

Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta, itu menilai kedaulatan peserta muktamar harus dijaga agar keputusan organisasi benar-benar lahir dari pertimbangan kemaslahatan umat dan masa depan NU.

Baca Juga

“Siapapun yang mencoba mendikte, menekan, atau campur tangan dalam urusan internal organisasi harus disikapi sebagai musuh bersama yang ingin merecoki keutuhan NU. Musuh bersama harus dilawan bersama. Ini demi menjaga marwah organisasi dan kemandirian serta kedaulatan peserta muktamar,” ujar Gus Hilmy dalam keterangan tertulis, Rabu(26/8/2026).

Menurut dia, peserta muktamar merupakan kader pemikir dan pejuang NU yang mendapat mandat dari kepengurusan di setiap tingkatan. Karena itu, mereka memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan berdasarkan hati nurani dan kepentingan organisasi.

“Para peserta muktamar adalah kader-kader yang merdeka. Maka, jadilah kader yang independen. Gunakan hak suara dan nalar organisasi berdasarkan kemaslahatan umat, baik kepentingan mereka di tingkat cabang atau wilayah, maupun kemaslahatan dalam pengertian NU secara keseluruhan di masa yang akan datang,” kata dia.

Peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) antre melakukan registrasi di Madrasah Aliyah Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026). Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memanfaatkan teknologi informasi untuk mengawal pelaksanaan Muktamar ke-35 NU dengan memasang lebih dari 100 kamera pengawas atau CCTV di area kegiatan. - (ANTARA FOTO/Syaiful Arif)

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait