Nasional

Karhutla di Garut Melonjak Signifikan Capai 173 Hektare

BANDUNG - Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut mengungkapkan kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di wilayah Garut mencapai 173,7 hektare. Mereka melaporkan terjadi peningkatan kasus kebakaran lahan sepanjang 2026. "Total area...

27 Oktober 2026, pukul 06:05 WIB · dibaca 0 kali

BANDUNG - Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut mengungkapkan kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di wilayah Garut mencapai 173,7 hektare. Mereka melaporkan terjadi peningkatan kasus kebakaran lahan sepanjang 2026.

"Total area yang terbakar pada tahun 2026 menunjukkan peningkatan signifikan yaitu sekitar 173,7 hektare," ucap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut Basuki Eko, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga

Pada Januari hingga Juni, ia mengatakan luas area terbakar masih relatif rendah. Namun, pada September luas area terbakar tertinggi terjadi pada bulan September sebesar 50,68 hektare, Oktober sebesar 50,65 hektare, Agustus sebesar 38,69 hektare dan Juli sebesar 32,21 hektare.

Basuki mengatakan, peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh terjadinya kebakaran lahan yang cukup signifikan pada periode Juli-Oktober. Sehingga menyebabkan luas area terdampak kebakaran meningkat secara tajam dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Ia melanjutkan pihaknya mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah kejadian kebakaran sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data penanganan kebakaran hingga 25 Oktober 2026, tercatat sebanyak 641 kejadian kebakaran. Meningkat dibandingkan total kejadian sepanjang tahun 2025 yang mencapai 225 kejadian.

Dari total 641 kejadian pada 2026 tersebut, sebanyak 238 kejadian merupakan kebakaran non lahan, sementara 403 kejadian lainnya merupakan kebakaran lahan. Hingga 25 Oktober 2026 sudah terjadi peningkatan sebanyak 416 kejadian atau sekitar 185 persen dibandingkan keseluruhan kejadian kebakaran sepanjang tahun 2025.

Basuki mengatakan kondisi yang paling menjadi perhatian adalah peningkatan kasus kebakaran lahan. Pada 2025, Dinas Pemadam Kebakaran Garut mencatat sebanyak 21 kejadian kebakaran lahan. Sementara hingga 25 Oktober 2026, jumlahnya telah mencapai 403 kejadian.

"Terjadi penambahan sebanyak 382 kejadian, atau sekitar 1819 persen dibandingkan jumlah kebakaran lahan sepanjang tahun 2025," ungkap dia.

Ia mengatakan lonjakan paling tinggi pada 2026 terjadi pada Agustus sebanyak 122 kejadian kemudian September 107 kejadian dan Juli dengan 81 kejadian,. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan risiko kebakaran lahan yang sangat signifikan dan masih berpotensi bertambah hingga akhir tahun.

Lihat di situs asli

Berita terkait