Nasional

Karhutla Gunung Lawu dan Sumbing Hanguskan Lebih dari 1.800 Hektare Lahan

SEMARANG -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu dan Sumbing telah padam. Luas areal yang terdampak karhutla di masing-masing gunung mencapai lebih dari 900 hektare.Kepala Dinas...

27 Oktober 2026, pukul 07:02 WIB · dibaca 0 kali

SEMARANG -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu dan Sumbing telah padam. Luas areal yang terdampak karhutla di masing-masing gunung mencapai lebih dari 900 hektare.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Heru Djatmika, mengungkapkan, area terdampam karhutla di Gunung Sumbing terbagi ke tiga kabupaten, yakni Wonosobo, Temanggung, dan Magelang. “Di Wonosobo sekitar 400 sekian (hektare), Temanggung 392 (hektare), dan Magelang 200 sekian (hektare),” ujarnya ketika diwawancara, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga

Dia menambahkan luar areal yang terdampak karhutla di Gunung Lawu hampir serupa. “Di Lawu sekitar 900-an (hektare) juga. Tapi hanya di satu kabupaten, yaitu Karanganyar,” kata Heru.

Heru menjelaskan, karena titik api berada di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), sebagian besar lahan yang  terdampak karhutla di Sumbing dan Lawu merupakan sabana. Menurut dia, hanya pohon-pohon tertentu yang dapat tumbuh di ketinggian tersebut. 

Seperti di Gunung Sumbing, misalnya, beberapa jenis pohon yang tumbuh di ketinggian 2.000 mdpl antara lain pohon puspa dan rasamala. Sementara di Gunung Lawu, contoh jenis pohon yang banyak tumbuh di ketinggian serupa adalah beringin. 

Menurut Heru, DLHK Jateng nantinya akan melakukan rehabilitasi dan penanaman kembali di area terdampak karhutla, baik di Gunung Sumbing maupun Lawu. “Kami nanti memilih jenis-jenis (pohon) yang sesuai dengan ketinggian dan yang sudah eksis di situ,” ujarnya.

Heru mengungkapkan, karhutla di Gunung Sumbing berhasil dipadamkan, Sabtu (24/10/2026) malam. Sementara karhutla di Gunung Lawu padam, Ahad (25/10/2026) malam. 

Dia menambahkan pada Senin (26/10/2026), titik api kembali terdeteksi di Gunung Lawu akibat adanya bonggol pohon yang terbakar. Namun api berhasil dipadamkan pada siang harinya.

Menurut Heru, kawasan Gunung Sumbing dan Lawu sudah sempat diguyur hujan. Hal itu turut membantu proses pemadaman karhutla.

Meski sudah padam, Heru menyebut, posko serta relawan di Gunung Sumbing dan Lawu masih disiagakan. “Poskonya tetap dibuka dan relawannya tetap diminta untuk standby di situ karena takutnya sewaktu-waktu bisa timbul lagi apinya,” katanya. 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait