REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus terjadi di enam provinsi prioritas yang berada di wilayah Sumatra dan Kalimantan.
Setidaknya, total luas lahan yang masih terbakar mencapai 18 ribu hektare di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.
Baca Juga- Singapura Sanksi 10 Perusahaan RI, Prabowo Ancam Balik Cabut Izin Usaha Asing Penyebab Karhutla
- Kadin Respons Desakan Malaysia Gugat Indonesia akibat Kabut Asap
- Di Jakarta, Fransesca Albanese Ajak Warga Gunakan Kekuatan Ekonomi untuk Tekan Israel
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan total luas yang terbakar di wilayah Sumatra mencapai 7.219 hektare. Lahan yang masih terbakar itu berasal dari Sumatra Selatan sekitar 5.194 hektare, sementara di Jambi sekitar 2.025 hektare. Sedangkan di Riau, BNPB tidak lagi menerima laporan karhutla sejak beberapa waktu terakhir.
"Sehingga total yang kami sampaikan tadi sebesar 7.219 hektare di Pulau Sumatra, khususnya di dua provinsi Jambi maupun Sumatra Selatan," kata dia saat konferensi pers secara daring, Kamis (22/10/2026).
Sementara itu, penanganan karhutla di Pulau Kalimantan, masih difokuskan Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. BNPB mencatat, luasan lahan yang masih terbakar di ketiga provinsi itu sekitar 11.202 hektare.
Berton menyatakan, di Kalimantan Tengah masih terdapat 7.938 hektare lahan yang kebakaran. Sementara di Kalimantan Selatan terdapat 1.974 hektare terbakar dan di Kalimantan Barat sebesar 1.290 hektare.
"Sehingga totalnya tadi kami sampaikan 11.202 hektare untuk tiga provinsi tersebut," ujar dia.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika