REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perusahaan raksasa mobilitas terintegrasi, PT Blue Bird Tbk (BIRD), bersiap merealisasikan program peremajaan armada berskala besar pada tahun ini. Langkah taktis tersebut diambil guna mengejar efisiensi pengeluaran total biaya kepemilikan aset (Total Cost of Ownership/TCO) sekaligus mengamankan reliabilitas layanan di jaringan operasional nasional.
Sebagai informasi, saat ini jaringan bisnis Blue Bird ditopang oleh kekuatan infrastruktur yang masif di 22 kota besar Indonesia. Perusahaan memiliki 58 jaringan pool aktif, lebih dari 1.300 outlet penjualan, serta total armada operasional gabungan yang melampaui angka 26.000 unit kendaraan.
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, menegaskan bahwa kekuatan fundamental Blue Bird tidak semata-mata terletak pada kecanggihan aplikasi digital, melainkan pada skala ketersediaan armada fisik yang prima di jalan raya.
"Kami menjaga relevansi bisnis dengan berfokus pada keamanan, kenyamanan, stabilisasi, kemudahan akses, dan reliability. Kekuatan utama kita ada di jumlah unit yang siap melayani masyarakat. Karena itu, kesiapan aspek operasional tahun ini akan diperkuat," kata Adrianto.
Manajemen memproyeksikan draf volume belanja modal (Capex) untuk pembelian unit baru tahun ini tetap berada dalam koridor rencana ekspansi yang agresif. Sebagai draf perbandingan, pada tahun lalu perusahaan merealisasikan pembelian dan peremajaan kendaraan berkisar antara 4.000 hingga 7.000 unit armada.
Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Sigit Priawan Djokosoetono, menjelaskan bahwa peremajaan unit lama yang telah habis masa pakainya (useful life) tidak boleh ditunda demi menjaga produktivitas perusahaan di tengah ketatnya persaingan industri transportasi makro.
"Intinya untuk alokasi Capex, kita mengusahakan untuk bisa meremajakan lebih banyak kendaraan daripada pencapaian tahun lalu. Kendaraan yang baru secara karakteristik mesin tentu jauh lebih efisien, sehingga biaya perawatan jangka panjang bisa ditekan secara optimal," jelas Sigit.
Ikuti Whatsapp Channel Republika