REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amerika Serikat menerima usulan Polandia untuk menempatkan pangkalan militer AS secara permanen di wilayahnya. Keputusan ini menjadi kemenangan diplomatik dan keamanan terbesar Warsawa dalam beberapa tahun terakhir sekaligus mengirimkan sinyal tegas ke Rusia di sayap timur NATO.
Pengumuman itu disampaikan Menteri Pertahanan Polandia Wladyslaw Kosiniak-Kamysz melalui media sosial X. Ia mengatakan telah menerima tanggapan resmi dari Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang menyatakan Washington menerima proposal Polandia untuk membangun kehadiran militer permanen Amerika Serikat di negara tersebut.
Baca Juga- Instagram Punya Fitur Baru! Pengguna Bisa Bikin Caption Berbeda di Tiap Foto
- Legislator Dorong Sport Tourism Diperbanyak di Destinasi Wisata
- Taylor Swift Tulis dan Rekam Lagu OST Toy Story 5 Hanya dalam 8 Jam
"Saya berterima kasih atas tanggapan positif terhadap proposal kami dan atas dibukanya proses untuk penempatan permanen pasukan AS di Polandia," tulis Kosiniak-Kamysz, sebagaimana diberitakan Euronews pada Kamis (19/6/2026).
Bagi Polandia, keputusan ini bukan sekadar penambahan pasukan. Ini adalah hasil dari upaya diplomasi dan lobi keamanan yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Sejak meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Barat, Warsawa berulang kali mendorong agar Amerika Serikat menempatkan pasukannya secara permanen di wilayah Polandia sebagai jaminan keamanan jangka panjang.
Saat ini sekitar 10 ribu tentara AS berada di Polandia. Namun sebagian besar ditempatkan melalui mekanisme rotasi, sehingga keberadaan mereka bergantung pada keputusan operasional Pentagon dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Justru ketidakpastian itulah yang sempat memicu kekhawatiran besar di Warsawa.
Beberapa waktu lalu Pentagon mengumumkan penangguhan rotasi sebagian pasukan Amerika di Polandia. Menurut laporan yang beredar, sekitar 5.000 tentara untuk sementara tidak lagi menjalani rotasi reguler dan pengiriman pasukan berikutnya ditunda tanpa batas waktu.
Keputusan tersebut langsung memunculkan kecemasan di Polandia yang selama ini memandang kehadiran militer AS sebagai salah satu pilar utama pertahanannya terhadap potensi ancaman dari timur.
Kritik bahkan muncul dari sejumlah politisi Partai Republik di Amerika Serikat.
Namun krisis itu tidak berlangsung lama. Gedung Putih kemudian memutuskan mengirim tambahan sekitar 5.000 tentara ke Polandia. Langkah tersebut disebut terkait hubungan yang sangat baik antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Polandia Karol Nawrocki.
Kini, dengan dibukanya jalan menuju pangkalan permanen, hubungan pertahanan kedua negara memasuki babak baru.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika