Nasional

Kang Asmul: Program Ketenagakerjaan Harus Berdampak Nyata bagi Warga Bandung

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi menyatakan dukungannya terhadap berbagai program ketenagakerjaan yang dijalankan Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), terutama kegiatan bursa kerja atau job...

19 Juni 2026, pukul 10:29 WIB · dibaca 1 kali

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi menyatakan dukungannya terhadap berbagai program ketenagakerjaan yang dijalankan Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), terutama kegiatan bursa kerja atau job fair yang dinilai mampu mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan para pencari kerja.

Dukungan tersebut disampaikan Asep saat menghadiri kegiatan Job Fair Future Connect 2026 Wilayah Bandung Tengah yang digelar di GOR Bandung, Kamis (18/6/2026).

Menurut Kang Asmul, sapaan akrab Asep Mulyadi, persoalan pengangguran masih menjadi salah satu tantangan utama pembangunan di Kota Bandung. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk memperluas kesempatan kerja.

Ia mengapresiasi langkah Disnaker Kota Bandung yang secara konsisten menghadirkan kegiatan job fair di berbagai wilayah sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan peluang kerja.

"Ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan solusi atas kegelisahan masyarakat sekaligus menjawab kebutuhan perusahaan yang sedang mencari tenaga kerja," ujar Asep.

Ia mengibaratkan job fair sebagai ruang pertemuan antara dua pihak yang saling membutuhkan. Di satu sisi perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, sementara di sisi lain masyarakat membutuhkan pekerjaan yang layak.

Meski demikian, Asep menegaskan keberhasilan sebuah program ketenagakerjaan tidak cukup diukur dari banyaknya peserta yang hadir. Yang lebih penting adalah sejauh mana program tersebut mampu menekan angka pengangguran dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Sebagai contoh, ia menyebut pelaksanaan job fair sebelumnya di kawasan Teras Cibiru yang diikuti sekitar 1.500 pencari kerja. Dari jumlah tersebut, sebanyak 435 peserta dilaporkan berhasil terserap ke dunia kerja melalui perusahaan yang berpartisipasi.

"Yang terpenting bukan hanya acaranya, tetapi seberapa besar dampaknya terhadap penurunan tingkat pengangguran terbuka di Kota Bandung," katanya.

Saat ini, tingkat pengangguran terbuka di Kota Bandung masih berada pada kisaran 7,22 persen. Menurut Asep, angka tersebut harus terus ditekan melalui program-program yang terukur, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan pasar kerja.

Karena itu, DPRD Kota Bandung siap memberikan dukungan terhadap penguatan program ketenagakerjaan apabila terbukti memberikan hasil nyata. Dukungan tersebut dapat berupa penguatan kebijakan maupun alokasi anggaran untuk program seperti job fair, pelatihan vokasi, pemagangan, hingga penempatan tenaga kerja.

"Kami akan terus melakukan koordinasi dan evaluasi. Jika program-program ini efektif menurunkan angka pengangguran, tentu akan kami dukung untuk ditingkatkan," ujarnya.

Asep juga mengingatkan para pencari kerja agar memanfaatkan peluang yang tersedia dengan sebaik-baiknya. Selain meningkatkan kompetensi, para pencari kerja juga perlu menjaga kedisiplinan, etos kerja, dan loyalitas ketika telah diterima bekerja.

Ia berharap kolaborasi yang terus dibangun antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga sekaligus memperkuat daya saing Kota Bandung di masa mendatang.  

Lihat di situs asli

Berita terkait