Nasional

Kemarau Diprediksi Menguat, BPBD Indramayu Siagakan Pasokan Air Bersih

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- BPBD Kabupaten Indramayu mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Langkah antisipasi dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap...

29 Juni 2026, pukul 04:00 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- BPBD Kabupaten Indramayu mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Langkah antisipasi dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi apabila terjadi kekeringan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Indramayu Agus Yani mengatakan, BPBD telah berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk menyiapkan pasokan air bersih bagi wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.

Baca Juga

"Kami bersama PDAM juga sudah menyiapkan skenario penanggulangan bencananya," ujar Agus.

Selain memastikan ketersediaan air bersih, BPBD juga menyiagakan armada mobil tangki beserta personel. Bantuan akan segera didistribusikan apabila terdapat laporan mengenai wilayah yang mengalami krisis air bersih.

Menurut Agus, langkah kesiapsiagaan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi musim kemarau tahun ini berlangsung lebih kering dengan curah hujan di bawah normal.

BMKG juga memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Juli hingga September 2026 sehingga pemerintah daerah mulai memperkuat langkah mitigasi sejak dini.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Indramayu menyatakan belum menerima laporan adanya wilayah yang mengalami kekeringan maupun krisis air bersih. Karena itu, distribusi bantuan air bersih secara massal belum dilakukan.

Meski demikian, seluruh sarana, prasarana, dan personel telah disiapkan agar dapat segera dikerahkan apabila kondisi darurat terjadi.

"Intinya, kami sudah bersiaga, sehingga personel maupun sarana dan prasarana siap dikerahkan saat terjadi bencana kekeringan, meski tidak berharap bencana itu terjadi," kata Agus.

Lihat di situs asli

Berita terkait