REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN - Ribuan santri memanjatkan doa agar hujan segera turun di Kabupaten Sleman yang masih dilanda kemarau panjang. Shalat istisqa digelar di Lapangan Pemda Sleman, Kamis (22/10/2026), dengan melibatkan jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat umum.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Shalat Istisqa dilaksanakan sebelum upacara peringatan Hari Santri yang diikuti santri, pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat umum.
Baca Juga- 5.000 Santri Gelar Shalat Istisqa, Rais Syuriyah PBNU Serukan Gerakan Penyelamatan Lingkungan
- Di Tengah Kemarau Panjang, Ponpes Baitussalam Prambanan Gelar Shalat Istisqa
- Warga Kebumen Gelar Shalat Istisqa, Berharap Hujan di Tengah Kekeringan
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sleman, Nadhif, mengatakan Shalat Istisqa tidak hanya menjadi ikhtiar memohon hujan, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan memperkuat kepedulian bersama dalam menghadapi kemarau panjang.
"Shalat Istisqa bukan sekadar ikhtiar memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum bagi kita untuk bermuhasabah, bertaubat, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT," kata Nadhif, Kamis (22/10/2026).
Menurut dia, pelaksanaan salat istisqa mencerminkan sinergi pemerintah, pesantren, santri, dan masyarakat dalam menghadapi persoalan kekeringan melalui ikhtiar lahir dan batin. Nadhif berharap hujan segera turun sehingga dapat menyuburkan lahan pertanian sekaligus membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami kekeringan.
"Masyarakat diajak untuk menjadikan momentum Hari Santri Nasional sebagai penguat nilai keimanan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan serta sesama," ujarnya.
Shalat istisqa berjamaah tersebut dipimpin KH Mas’ud Masduki, pengasuh Pondok Pesantren Ar Robitoh Sleman sekaligus Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang bertindak sebagai imam dan khatib. Dalam khotbahnya, KH Mas’ud mengajak para jemaah dan santri untuk bertobat, memperbanyak istigfar, serta melakukan introspeksi diri atas segala perbuatan. Ia menekankan pentingnya memohon ampunan kepada Allah SWT dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan dalam menghadapi berbagai keadaan.
Jamaah juga diajak menyadari keterbatasan manusia dan memperkuat kesadaran spiritual sebagai bagian dari ikhtiar memohon hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat. Usai Shalat Istisqa, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan upacara bendera peringatan Hari Santri Nasional 2026. Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat tertulis Bupati Sleman, Harda Kiswaya.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika