Nasional

Kemegahan Hagia Sophia Hingga Masjid Camlica di Istanbul

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Kota Istanbul di Turki punya banyak tempat ibadah Muslim yang kaya nilai sejarah, arsitektur, dan budaya dari masa ke masa. Mulai dari Hagia Sophia yang berdiri gagah...

21 Oktober 2026, pukul 08:29 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Kota Istanbul di Turki punya banyak tempat ibadah Muslim yang kaya nilai sejarah, arsitektur, dan budaya dari masa ke masa. Mulai dari Hagia Sophia yang berdiri gagah sejak abad ke-6 era Romawi, Blue Mosque yang menyimpan cerita seni sejak abad ke-17, hingga Masjid Camlica sebagai masjid terbesar di Turki yang sarat simbolisme kebangsaan.

Republika berkesempatan menyambangi tempat-tempat ikonik tersebut pada pertengahan Oktober 2026. Di saat langit Istanbul mengalami musim gugur yang sesekali mendung dan hujan, geliat wisatawan tampak tidak surut.

Baca Juga

Di banyak titik tempat wisata, masyarakat lokal hingga wisatawan asing dari berbagai negara terlihat hilir mudik. Suasana ini terutama terlihat di kawasan bersejarah Sultanahmet Square di Distrik Fatih, lokasi berdirinya Hagia Sophia dan Blue Mosque.

Menurut catatan sejarah, Hagia Sophia dibangun pada sekitar 532 dan diresmikan pada 537 M. Usia bangunan tersebut bahkan lebih tua sekitar 34 tahun dibandingkan tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Hagia Sophia terletak di sisi timur laut Lapangan Sultanahmet dan tampak berdiri gagah dengan perpaduan warna merah muda lembut serta batu bata kemerahan dan kuning pucat. Saat memasuki pintu masuk, pengunjung melewati lorong atau narthex dengan pemandangan dinding marmer dan sisa mozaik bersejarah.

Memasuki ruang utama Hagia Sophia, wisatawan disuguhi megahnya bangunan seluas sekitar 0,75 hektare tersebut. Interiornya didominasi warna keemasan dengan pencahayaan lampu temaram, mozaik gold-leaf Bizantium, tiang marmer warna-warni, serta lantai marmer dengan corak alami.

Kubah raksasa Hagia Sophia menjadi salah satu karya arsitektur paling revolusioner dalam sejarah dunia. Kubah ini sempat memegang rekor sebagai kubah tertinggi dan terbesar di dunia selama hampir 1.000 tahun. Di beberapa titik, terpampang jelas kaligrafi Islam raksasa memuat tulisan nama Allah, Muhammad, dan Khulafaur Rasyidin. Di lantai bawah, tampak beberapa pengunjung sedang melakukan aktivitas sholat.

Suasana Blue Mosque di Kompleks Sultanahmet, atau kawasan Historical Peninsula, di Istanbul, Turki, Selasa (13/10/2026). - (Eva Rianti/Republika)

Selain simbol-simbol Islam, Hagia Sophia juga menyuguhkan beberapa karya seni Kristen peninggalan era Bizantium yang masih bertahan hingga kini. Di antaranya terdapat mozaik Bunda Maria, Yesus Kristus, kaisar-kaisar Bizantium, dan mozaik Deesis.

Saat hendak keluar melewati lorong atau narthex, terdapat mozaik panel yang meliputi gambar tiga tokoh. Di sebelah kanan terdapat Kaisar Konstantinus yang memegang model kota, sedangkan di sebelah kiri terdapat Kaisar Yustinianus memegang model Hagia Sophia yang dipersembahkan kepada Bunda Maria dan Kanak-Kanak Yesus.

Ragam simbol lintas agama tersebut tidak terlepas dari sejarah perjalanan Hagia Sophia yang berkali-kali beralih fungsi. Pada 537–1453 M bangunan ini difungsikan sebagai gereja, lalu berubah menjadi masjid saat Konstantinopel ditaklukkan pada 1453 M. Lantas pada 1935 M, Presiden Mustafa Kemal Ataturk mengubah fungsinya menjadi museum.

Suasana Blue Mosque di Kompleks Sultanahmet, atau kawasan Historical Peninsula, di Istanbul, Turki, Selasa (13/10/2026). - (Eva Rianti/Republika)

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait