REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –Kementerian Agama (Kemenag) mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,3 triliun untuk program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) pada 2024–2025.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.
Baca Juga- Nikmat Kedua Kaki, Apa Rahasianya dalam Alquran dan Hadis? Ini Jawaban Studi Ilmiah
- Ini Rahasia di Balik Warna-warni Alam dari Tumbuhan, Bebatuan, hingga Gunung Menurut Alquran
- Pernahkah Anda Renungkan Akhir Ayat Alquran Ditutup dengan Irama yang Sama? Ini Rahasianya
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Prof Kamaruddin Amin mengatakan, sebanyak 3.659 mahasiswa menerima manfaat Beasiswa Indonesia Bangkit pada periode tersebut.
“Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, ada 3.659 mahasiswa yang mendapatkan Beasiswa Indonesia Bangkit sekitar Rp 1,3 triliun untuk tahun 2024–2025,” ujar Kamaruddin dalam konferensi pers "2 Tahun Asta Cita Kinerja Kemenag, Manfaat untuk Umat" di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Berdasarkan data realisasi kinerja Kemenag, anggaran BIB pada periode 2024–2025 mencapai Rp 1,377 triliun.
Sementara itu, pada 2026, terdapat 2.797 calon penerima manfaat beasiswa dengan alokasi anggaran Rp 774,91 miliar.
Anggaran tersebut disiapkan untuk mendukung penerima lanjutan beasiswa dan rekrutmen baru.
Selain program beasiswa bagi mahasiswa Muslim, Kemenag juga menyalurkan bantuan pendidikan untuk mahasiswa dari agama lain melalui program Peningkatan Prestasi Akademik.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika