REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 menjadi forum strategis untuk merumuskan pandangan keagamaan sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan umat, bangsa, dan negara.
Khofifah yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan Munas-Konbes NU tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga wadah untuk memperkuat peran NU dalam menjawab tantangan zaman.
Baca Juga- Munas NU: Pengelolaan Keuangan Haji Harus Lebih Transparan
- Gagalnya Kemenangan Mutlak Netanyahu yang Merugikan Militer Israel
- Penjaga Kos Ungkap Sikap Sehari-hari Pelaku Penganiayaan Perempuan di Bandung
“Pesan yang disampaikan Rais Aam menjadi pengingat bahwa menjaga marwah tidak cukup hanya menjaga integritas dan moralitas organisasi, tetapi juga harus diwujudkan melalui khidmat yang semakin nyata dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Khofifah dalam keterangan, Ahad (21/6/2026).
Menurut dia, arahan Rais Aam dapat menjadi panduan penting bagi seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama dalam memperkuat peran organisasi di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
Khofifah optimistis forum permusyawaratan para ulama tersebut akan menghasilkan keputusan-keputusan yang mampu memperkuat peran NU dalam membangun kemaslahatan sosial, mempererat persaudaraan, serta menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.
“Semoga Allah SWT memudahkan seluruh rangkaian musyawarah dan menghasilkan keputusan-keputusan terbaik yang membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah,” ujarnya.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara