REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM, – Irwansyah, seorang pemuda asal Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil meraih peringkat ketiga dalam ajang Pemuda Pelopor tingkat provinsi untuk bidang sosial kemasyarakatan. Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Mataram, Rabu, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat melalui komunitas kepemudaan.
Lulusan Jurusan Geofisika Universitas Brawijaya itu memperoleh nilai 7,70 dalam penilaian tingkat provinsi. Ia menjadi satu-satunya perwakilan dari Kabupaten Dompu yang berhasil membawa pulang penghargaan dalam ajang tersebut. Pada kategori yang sama, peringkat pertama diraih oleh Arif Alhakim dari Kabupaten Lombok Barat dengan nilai 8,30, sementara posisi kedua ditempati Nobi Abandi dari Kabupaten Lombok Utara dengan nilai 7,90.
Mengabdi Lewat KOMPAK-DT
Salah satu pilar utama pengabdian Irwansyah adalah melalui Komunitas Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Karamabura-Dompu Timur (KOMPAK-DT). Komunitas ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan pemuda setempat untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat desa. Ia dipercaya menjabat sebagai ketua umum sejak tahun 2020 dan memimpin selama dua periode hingga 2024.
Di bawah kepemimpinannya, KOMPAK-DT menjalankan beragam program yang menyasar berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga perempuan. Di bidang pendidikan, komunitas ini secara rutin mengadakan kegiatan belajar gratis setiap hari Minggu bagi anak-anak serta menggelar seminar pendidikan dengan menggandeng organisasi perangkat daerah terkait. Program ini semakin semarak dengan adanya kegiatan Gema Ramadhan yang berisi perlombaan bagi pelajar dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.
Tidak hanya fokus pada pendidikan, KOMPAK-DT juga aktif menggelar pentas seni dan budaya setiap tahunnya serta membentuk majelis taklim bagi kaum perempuan. Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi, komunitas ini menyelenggarakan diskusi dan seminar kewirausahaan dengan menggandeng badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha milik daerah (BUMD). Kegiatan sosial lainnya meliputi pemberdayaan perempuan, edukasi kebersihan lingkungan, perlindungan hutan, dan pelestarian alam. Menjelang pemilihan umum, KOMPAK-DT bahkan turut memfasilitasi pendidikan pemilih melalui kerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dompu.
Kiprah di Berbagai Organisasi
Selain memimpin KOMPAK-DT, Irwansyah juga aktif dalam sejumlah organisasi strategis. Ia saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Geopark Tambora Youth Forum periode 2025-2028, Sekretaris Umum Karang Taruna periode 2025-2030, serta menjadi pengurus Kelompok Sadar Wisata sejak 2025. Kiprahnya di dunia media dan kepemudaan juga diwujudkan dengan menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asistensi Media Nasional (AsMen) periode 2026-2030 dan mendirikan MATUPA Project pada tahun 2025.
Irwansyah mengakui bahwa pencapaian ini membutuhkan proses panjang dan pengabdian yang nyata. Berbagai tantangan selama menjalankan kegiatan sosial menjadi bagian dari perjalanan yang akhirnya mengantarkannya meraih penghargaan di tingkat provinsi. "Untuk sampai pada titik ini tidaklah mudah, butuh proses panjang dan nyata," ujarnya. Baginya, KOMPAK-DT bukan sekadar organisasi kepemudaan, melainkan wadah untuk belajar, berproses, dan mengabdikan diri kepada masyarakat di kampung halamannya.
Ajang Pemuda Pelopor tingkat Provinsi NTB sendiri mencakup lima bidang, yakni kewirausahaan, seni dan budaya, lingkungan, ekonomi digital, serta sosial kemasyarakatan. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap inisiatif dan kontribusi pemuda dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Kiprah Irwansyah membuktikan bahwa organisasi kepemudaan dapat menjadi ruang efektif untuk mengembangkan pendidikan, memperkuat partisipasi sosial, dan mendorong pemberdayaan masyarakat yang dimulai dari tingkat desa.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : antara