Nasional

Kisah Kiai Ditipu Orang China Makan Daging Babi, Bukannya Marah Malah Berterima Kasih

KUDUS -- Islam melarang umatnya memakan hewan buas dan bertaring. Babi, meski tidak bertaring juga masuk kategori hewan yang haram untuk dikonsumsi, bahkan seluruh bagian tubuhnya diharamkan untuk dipergunakan....

27 Oktober 2026, pukul 22:16 WIB · dibaca 0 kali

KUDUS -- Islam melarang umatnya memakan hewan buas dan bertaring. Babi, meski tidak bertaring juga masuk kategori hewan yang haram untuk dikonsumsi, bahkan seluruh bagian tubuhnya diharamkan untuk dipergunakan. Namun, ada kisah kiai yang “dijebak” makan daging babi. Bukannya marah, ulama tersebut malah mengucapkan bersyukur.

Kiai itu bernama KH Raden Asnawi, ulama karismatik asal Kudus, Jawa Tengah. Kiai Asnawi suatu hari menghadiri jamuan makan. Saat itu dia dihidangkan daging babi oleh orang tuan rumah dari China tanpa memberi tahu sebelumnya. 

Baca Juga

Tujaun tuan rumah menghidangkan daging babi agar Kiai Asnawi malu dan kesal. Tetapi dugaan tuan rumah ternyata salah besar. Bukannya marah, Kiai Asnawi malah berterima kasih.

Kisah itu disampaikan pengasuh Pesantren Tahfidz Al-Qur’an LP3IA Narukan Rembang, KH Bahauddin Nursalim atau yang lebih dikenal Gus Baha. Menurut Gus Baha kisah orang-orang sholeh yang jika ditipu orang supaya terjerumus memakan barang yang haram, mereka tenang-tenang saja. Salah satunya masyhur cerita tentang KH Raden Asnawi.

“Ada orang China pada saat itu sedang berlangsung gagasan Revolusi China. Ceritanya, dia ingin mempermalukan beliau (Kiai Raden Asnawi),” cerita Gus Baha.

Orang China tersebut, kata Gus Baha, mengundang Kiai Asnawi dalam jamuan makan yang ternyata isinya adalah daging babi dan celeng (babi hutan). Ketika selesai makan, Kiai Asnawi baru dikasih tahu orang China tersebut bahwa yang dimakan adalah daging babi.

Peristiwa ini terjadi di depan banyak orang, termasuk santri-santri KH Raden Asnawi. “Pak Yai, tahu apa yang Anda makan?” tanya orang China yang mengundang Kiai Asnawi.

“Apa itu?” tanya balik Kiai Asnawi.

“Yang saya suguhkan ke kiai adalah daging babi dan celeng,” ucap orang China tersebut.

Setelah diberi tahu jika yang dimakan adalah daging babi, cerita Gus Baha, reaksi Kiai Asnawi justru di luar ekspetasi orang China. Awalnya orang China itu berharap bisa mempermalukan Kiai Asnawi, ternyata harapannya tak terkabul.

“Karena Raden Asnawi ini alim sekali,” kata Gus Baha.

Kiai Asnawi dengan enteng menyikapi pengakuan orang China tersebut. “Wah Alhamdulillah… Yo Ci Ci, mungguh ora tau mok bodoni, aku ora tau mangan. Yo ngono ci pinter bodoni barang, ben aku weruh rasane daging babi (Wah Alhamdulillah Ci Ci, kalau tidak kamu tipu, aku tidak akan pernah tahu rasanya daging babi. Ya begitu Ci, kamu pinter menipu juga, supaya aku juga tahu rasanya daging Babi),” kata Gus Baha menirukan ucapan Kiai Asnawi.

Orang China tersebut akhirnya kecewa, sebab dia mengira Kiai Asnawi akan menanggung malu karena sudah makan daging babi. Tetapi malah sebaliknya, Kiai Asnawi percaya diri luar biasa.

“Ya memang begitu, Allah itu jika mau memberikan barang halal. Kalau saja tahu yang dimakan adalah daging babi kan jadinya haram. Kalau haram nggak tahu rasanya. Nah, gara-gara ditipu ini jadinya kan halal, soalnya (Kiyai Asnawi) tidak tahu. Hehehe ,” ucap Gus Baha.

“Guetun Cinone (kecewa banget orang Chinanya), mengakali (membohongi) orang model gini malah bikin repot,” kata Gus Baha tertawa.

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait