REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) mempertimbangkan memindahkan dua pertandingan persahabatan yang semula dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi dan Qatar pada bulan depan. Langkah ini menyusul meningkatnya konflik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap keselamatan pemain dan mengancam persiapan menuju Piala Asia 2027.
KFA sebelumnya merencanakan dua pertandingan persahabatan tandang sebagai bagian dari persiapan tim nasional Korea Selatan menghadapi Piala Asia 2027. Satu pertandingan dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi dan satu lainnya di Qatar.
Baca Juga- AFC Evaluasi Piala Asia 2027 Arab Saudi di Tengah Ancaman Keamanan di Timur Tengah
- Houthi Ingatkan Wilayah Udara Arab Saudi tidak Aman, Kecuali Makkah dan Madinah
- Al Azhar Serukan Komite Mediasi Negara Arab dan Islam
Namun, situasi keamanan yang memburuk membuat federasi tersebut dilaporkan mempertimbangkan untuk menggelar kedua pertandingan di Qatar. Opsi ini pun belum sepenuhnya lepas dari persoalan keamanan karena pemerintah Korea Selatan menetapkan peringatan perjalanan Level 3 untuk Qatar dan Arab Saudi. Pemerintah merekomendasikan warga negaranya meninggalkan kedua negara tersebut.
Kekhawatiran terhadap keselamatan pemain memunculkan desakan agar KFA mengevaluasi kembali agenda pertandingan dan latihan tim nasional dengan mempertimbangkan perkembangan situasi di kawasan tersebut.
Situasi ini juga menambah ketidakpastian menjelang Piala Asia 2027 yang dijadwalkan dimulai pada 7 Januari 2027 di Arab Saudi. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) masih melanjutkan persiapan turnamen sembari memantau perkembangan keamanan hingga akhir November.
Jika keselamatan pemain, ofisial, dan penonton tidak dapat dijamin, penundaan turnamen hingga 2028 disebut menjadi salah satu kemungkinan yang dipertimbangkan.
Konflik mulai ganggu pertandingan
Ketegangan regional bahkan telah berdampak langsung terhadap pertandingan sepak bola di Arab Saudi. Salah satu contohnya terjadi pada laga Al Nassr, klub yang diperkuat Cristiano Ronaldo, di Riyadh.
Pertandingan tersebut mengalami penundaan setelah peringatan keamanan dikeluarkan hanya 15 menit sebelum sepak mula. Laga akhirnya dimulai satu jam lebih lambat dari jadwal semula.
Insiden itu terjadi dua hari setelah serangan pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman terhadap Bandara Internasional King Khalid. Laporan yang dikutip dalam pemberitaan tersebut menyebutkan lebih dari 300 orang tewas atau terluka akibat serangan itu.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika