REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- JAKARTA -- Perkara korupsi di Badan Nasional Penanggulan Bencana menuai perhatian publik. Hal itu bukan tanpa alasan mengingat korupsi terjadi saat bencana kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah. Kebakaran itu memicu bencana asap yang sampai ke negara tetangga.
Pemerhati sosial dan politik Profesor Mahfud MD mengaku sedih dengan kasus korupsi itu. "Sedih banget ini. Bangsa kita sepertinya betul-betul sakit," ujar Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD lewat kicauan di X, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga- Houthi Serang Gedung Saudi Aramco
- KPK Lepas Sestama BNPB Rustian yang Terkena OTT
- Truk Tronton Tabrak Tiga Kendaraan di Temanggung, Satu Orang Meninggal Dunia
"Bencana terjadi dimana-mana tetapi dana untuk penanganan bencana dikorupsi di lembaga pemerintahan yang mengurusi bencana. Bayangkan, OTT korupsi oleh KPK terjadi di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," katanya menekankan.
Secara terpisah, Komisi Pemberantasan Korupsi memulangkan Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian usai mengikuti pemeriksaan intensif. Rustian diperiksa setelah menjadi salah satu orang yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK di BNPB.
Sebelum mengambil keputusan mengenai nasib para pihak yang kena OTT, pimpinan bersama tim penindakan KPK mengadakan gelar perkara pada Selasa (13/10/2026) malam.
"Setelah penyelidikan perkara ini diputuskan naik ke tahap penyidikan pada forum ekspose tadi malam, kemudian penyidik menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo pada Rabu (14/10/2026).
KPK belum mengumumkan secara resmi nama para tersangka. Meski demikian KPK telah melepaskan Rustian usai pemeriksaan Gedung Merah Putih KPK.
"Para tersangka tersebut selanjutnya tentu akan dilakukan penahanan," ujar Budi.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika