Nasional

Porprov Ke-VII Banten 2026 Kian Dekat, Wakil Walkot Tangsel Periksa 4 Arena Lagi

JAKARTA — Hitung mundur menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 terus berjalan. Di tengah waktu yang semakin sempit, pekerjaan panitia tidak berhenti di ruang rapat. Kondisi lapangan,...

31 Oktober 2026, pukul 13:13 WIB · dibaca 1 kali

JAKARTA — Hitung mundur menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 terus berjalan. Di tengah waktu yang semakin sempit, pekerjaan panitia tidak berhenti di ruang rapat. Kondisi lapangan, tribun, toilet, perlengkapan pertandingan, hingga kelayakan fasilitas masih perlu dilihat satu per satu sebelum kontingen datang dan pertandingan dimulai.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan sekaligus Ketua Umum Panitia Besar Porprov VII Banten, Pilar Saga Ichsan, kembali mendatangi sejumlah lokasi pertandingan pada Jumat (30/10/2026). Empat titik yang masuk dalam rangkaian peninjauan ialah fasilitas renang di Damai Indah Golf, lapangan softball di Alam Sutera, arena petanque di GOR Pondok Aren, serta gelanggang bola basket di lingkungan Politeknik Keuangan Negara STAN, Pondok Aren.

Baca Juga

Kunjungan ini melanjutkan pemeriksaan sebelumnya pada Selasa (27/10), ketika Pilar meninjau empat venue, yaitu: Ciater Permai, kawasan Kodiklat, Serpong City Paradise, dan Stadion Kera Sakti. Namun, kali ini perhatian tertuju pada arena yang karakter kebutuhannya berbeda: ada yang siap dipakai tanpa perubahan berarti, ada yang masih menjalani tahap akhir pembangunan, dan ada pula yang tinggal memerlukan fasilitas pendukung.

“Jadi hari ini saya kembali melakukan pengecekan akhir kesiapan venue olahraga yang akan menjadi fasilitas pertandingan Porprov ke-7 Provinsi Banten,” kata Pilar saat berada di lapangan softball dan baseball Alam Sutera.

Venue Softball, Menuntaskan Pekerjaan Akhir

Di lokasi tersebut, Pilar menyebut kesiapan lapangan telah mendekati tahap akhir. “Insya Allah untuk lapangan sudah 90 persen siap, dalam waktu dekat tuntas,” ujarnya. Panitia, menurut dia, masih perlu melakukan perapian dan melengkapi sarana pendukung agar arena dapat digunakan sesuai kebutuhan pertandingan.

Pilar mengingatkan bahwa pekerjaan infrastruktur secara keseluruhan tidak identik dengan tenggat kesiapan arena utama. Sejumlah pembangunan, katanya, masih berlangsung hingga Desember 2026. Akan tetapi, fasilitas yang dibutuhkan untuk pertandingan Porprov harus dapat digunakan lebih dahulu. Pembedaan ini penting ketika publik membaca persentase progres: pekerjaan fisik yang belum seluruhnya berakhir tidak otomatis berarti lapangan pertandingan belum bisa dipakai.

Di bagian lain, ia menyebut kesiapan keseluruhan penyelenggaraan telah mencapai sekitar 80 persen. Angka ini merupakan gambaran umum yang disampaikan ketua panitia, bukan hasil audit independen terhadap seluruh cabang olahraga. “Persiapan kita jalan terus, ya. Sejauh ini sudah 80 persen overall,” kata Pilar.

Pemeriksaan itu juga diikuti kerja koordinasi dengan KONI Provinsi Banten, tim Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah), serta KONI Kota Tangerang Selatan. Pilar menyatakan belum melihat hambatan teknis yang berarti, meski masih ada pekerjaan yang harus dituntaskan menjelang hari pertandingan.

GOR STAN dan Dukungan dari Luar Pemerintah

Berbeda dengan softball, arena bola basket di lingkungan STAN dinilai telah memenuhi kebutuhan kompetisi. Pilar yang didampingi jajaran pengelola kampus menyampaikan terima kasih atas dukungan institusi pendidikan tersebut untuk pemakaian fasilitas olahraga selama Porprov.

“Saya lihat bahwa memang standarnya untuk kegiatan basket ini memenuhi, dengan jumlah tribun yang cukup baik. Ada seribu orang penonton dan juga untuk lapangannya juga standarnya sangat baik,” kata Pilar. Kapasitas sekitar 1.000 penonton tersebut merupakan angka yang ia sampaikan saat peninjauan.

Pilar mengatakan, berdasarkan penjelasan dari unsur Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) yang mendampinginya, fasilitas itu bahkan dinilai bisa digunakan untuk kegiatan tingkat nasional. Ia tidak melihat kebutuhan perubahan besar di gelanggang STAN untuk pertandingan bola basket Porprov.

“Kalau di STAN sendiri, saya rasa cukup untuk kegiatan basket, tidak perlu ada hal yang diubah lagi atau ditambah,” ujarnya.

Bagi panitia, penggunaan arena di lingkungan kampus menjadi contoh bahwa kesiapan tuan rumah tidak hanya bergantung pada fasilitas milik pemerintah daerah. Pilar menilai dukungan lembaga pendidikan, pengembang, pelaku usaha, serta berbagai institusi lainnya dibutuhkan karena puluhan cabang olahraga memerlukan karakter arena yang tidak sama.

“Porprov ini adalah milik kita semua,” katanya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pesta olahraga provinsi tersebut.

 

Loading... sumber : Antara
Lihat di situs asli

Berita terkait