REPUBLIKA.CO.ID, CILEGON -- PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau Krakatau Steel Group (KRAS) memperkuat aksi lingkungan di Cilegon dan Banten melalui penghijauan daerah aliran sungai (DAS) serta kegiatan bersih-bersih fasilitas publik. Aksi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan di tengah aktivitas industri yang telah berlangsung selama lebih dari setengah abad di wilayah tersebut.
Untuk memperingati HUT ke-56, Krakatau Steel mendonasikan bibit pohon produktif untuk penghijauan DAS. Bibit tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, mulai dari menjaga kelestarian lingkungan dan membantu mitigasi bencana hingga membuka potensi dukungan terhadap ketahanan pangan masyarakat.
Baca Juga- Wali Kota Bandung Ungkap 14 Pohon Dikuliti Hingga Ada yang Mati
- Menagih Janji Republik di Bawah Naungan Pohon Pule
- Ahli ITB Soroti Peran Penting Pohon dan Ruang Hijau Sebagai Infrastruktur Alami di Cekungan Bandung
Aksi lingkungan juga dilakukan dengan melibatkan 250 karyawan Krakatau Steel dalam kegiatan bersih-bersih di Masjid Agung Cilegon. Dalam kegiatan tersebut, perusahaan menyerahkan 37 unit tempat sampah berkapasitas besar dan membagikan 950 paket makan siang gratis kepada masyarakat.
Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan mengatakan, kegiatan tersebut menunjukkan upaya perusahaan menghubungkan aktivitas industri dengan kebutuhan sosial dan lingkungan di wilayah operasionalnya.
"Ini memperlihatkan bagaimana perusahaan berupaya menghubungkan keberadaan industri dengan kebutuhan sosial dan lingkungan di wilayah tempatnya beroperasi," kata Akbar dalam keterangannya pada Senin (31/8/2026).
Dalam tiga tahun terakhir, Krakatau Steel Group tercatat menggelontorkan sekitar Rp17 miliar untuk mendukung pembangunan di Cilegon dan Banten. Dana tersebut digunakan untuk berbagai program sosial, pendidikan, lingkungan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.
"Kami ingin memastikan kehadiran Krakatau Steel Group memberikan manfaat, keberkahan, dan nilai tambah bagi masyarakat sekitar, perekonomian daerah, bahkan perekonomian nasional,” ujar Akbar.
Selain lingkungan, kontribusi perusahaan juga menyasar akses pendidikan. Melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Krakatau Steel menyalurkan Rp1,1 miliar bantuan pendidikan kepada 1.003 anak yatim dan dhuafa.
Bantuan tersebut juga mencakup santunan bagi 25 penyandang disabilitas. Sebelumnya, Krakatau Steel memberikan beasiswa senilai Rp100 juta kepada 20 mahasiswa yatim dan dhuafa.
Di sektor kesehatan, Krakatau Steel Group melalui Subholding Krakatau Sarana Infrastruktur & Group memberikan bantuan iuran BPJS Kesehatan kepada 850 warga Cilegon dengan nilai mencapai Rp385 juta.
"Ini menunjukkan bahwa kontribusi perusahaan tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan dan layanan dasar," ujar Akbar sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-56 Krakatau Steel. Perusahaan memilih mengarahkan momentum perayaan ke kegiatan yang memiliki manfaat langsung dan berkelanjutan, termasuk penghijauan serta pengelolaan lingkungan di sekitar wilayah operasional.
Atas berbagai kontribusi tersebut, Krakatau Steel Group memperoleh apresiasi dari Pemerintah Kota Cilegon dan Pemerintah Provinsi Banten. Aktivitas perusahaan juga dinilai turut menggerakkan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui penyelenggaraan Steel Run 2026.
Ikuti Whatsapp Channel Republika