JAKARTA — Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 menjadi 5,4 hingga 5,5 persen secara tahunan. Penurunan tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan proyeksi per Agustus 2026 yang berada di kisaran 5,6 hingga 6,0 persen.
“Ekonomi Indonesia di tahun 2026 diprakirakan tumbuh di sekitar 5,4–5,5 persen year-on-year," kata Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Konferensi Pers KSSK di Jakarta, Selasa. Penurunan ini terjadi di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang.
Baca Juga- Soal Pemanggilan Ketiga untuk Nusron, Ketua KPK: Tunggu dalam Waktu Dekat
- Ekspor Lebih Tinggi dari Impor, Neraca Perdagangan RI Surplus 3,36 Miliar Dolar AS
- Gerindra Mulai Bahas Polemik Suket Ijazah Gibran di Tingkat Fraksi pada 10 November
Meski proyeksi pertumbuhan diturunkan, KSSK menilai perekonomian domestik masih menunjukkan ketahanan di tengah meningkatnya tekanan global. Ketahanan ini tercermin dari berbagai indikator ekonomi yang tetap stabil dan terkendali.
Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2026 diperkirakan tetap kuat. Kondisi tersebut ditopang oleh permintaan domestik serta kinerja ekspor yang positif.
Dari sisi konsumsi rumah tangga, pertumbuhan didorong oleh berlanjutnya berbagai stimulus fiskal pemerintah. Stimulus ini diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi.
Suahasil mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga terus dijaga untuk berperan sebagai peredam guncangan melalui subsidi, kompensasi, perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan, serta program penciptaan lapangan kerja. Peran APBN sangat vital dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Sementara itu, investasi diperkirakan tetap tumbuh kuat seiring berjalannya proyek hilirisasi dan pembangunan infrastruktur dalam program prioritas pemerintah. Proyek-proyek strategis ini diyakini mampu mendorong produktivitas jangka panjang.
Konsumsi pemerintah turut didukung oleh percepatan belanja negara dan penyaluran bantuan sosial, kata Suahasil. Langkah ini diambil untuk memastikan perputaran roda ekonomi di daerah tetap berjalan optimal.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : ANTARA