REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Uni Emirat Arab dilaporkan telah membayar Iran miliaran dolar AS sebagai imbalan atas penghentian serangan terhadap negara tersebut. Langkah ini boleh dibilang sebagai perubahan haluan bagi negara Teluk yang sebelumnya mengambil posisi paling agresif terhadap Iran. Demikian dilaporkan Reuters pada Jumat.
UEA, menurut laporan itu, telah memberikan 3 miliar dolar AS kepada Iran sebagai bagian dari kesepakatan tersebut. Namun menurut dua sumber di kawasan, angkanya bisa setinggi 10 miliar dolar AS. Bahkan dua sumber lain mengatakan kepada Reuters bahwa UEA pada akhirnya akan membayar Iran 20 miliar dolar AS.
Baca Juga- PM Pakistan: Kesepakatan Kerangka Perdamaian Iran-AS Tercapai
- Arab Saudi Temukan Prasasti dengan Ukiran 'Allah Pelindung Umar' Berusia Ribuan Tahun
- Rupiah Menguat ke Rp 17.860 per Dolar AS, BI Sebut Aliran Modal Asing Meningka
Laporan ini mencerminkan perubahan mengejutkan bagi Abu Dhabi dan indikator bahwa Iran telah keluar sebagai pihak lebih kuat dari perang itu.
UEA sebelumnya disebut telah bergabung dengan AS dan Israel dalam melakukan puluhan serangan terhadap Iran selama perang. Mereka juga mencoba mencegah Pakistan untuk menengahi penyelesaian konflik.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengeklaim melakukan kunjungan ke Uni Emirat Arab (UEA) dalam situasi perang. Israel dan UEA kemudian menyepakati kesepakatan untuk mengembangkan anggaran pengadaan pertahanan bersama, seperti yang diungkapkan Middle East Eye.
Namun pendekatan UEA ke Israel seperti tak jua membuat mereka nyaman. Menurut laporan, pekan lalu, UEA telah menjadi tuan rumah pertemuan anggota Garda Revolusi Islam Iran dengan Sheikh Tahnoun bin Zayed al-Nahyan, penasihat keamanan nasional UEA dan wakil penguasa Abu Dhabi. Para pejabat IRGC, yang dikenai sanksi oleh AS, menginap di rumah tamu Tahnoun.
UEA juga mengirimkan diplomat untuk melakukan pembicaraan tatap muka dengan pejabat senior Iran pekan ini untuk meredakan ketegangan seperti yang dilaporkan Bloomberg.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika