REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk lebih dulu melanjutkan pembangunan jalur LRT Jakarta ke Dukuh Atas dibandingkan ke Jakarta International Stadium (JIS). Alasannya, Pemprov DKI ingin menuntaskan lebih dulu trase LRT Jakarta hingga ke Dukuh Atas.
Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta, M Taufik Zoelkifli alias MTZ menilai, keputusan untuk melanjutkan pembangunan jalur LRT Jakarta dari dari ke Dukuh Atas sudah tepat. Hal itu dinilai sebagai opsi paling realistis untuk dilakukan saat ini di tengah dana bagi hasil (DBH) yang dipangkas pemerintah pusat.
Baca Juga- LRT Jakarta Rute Manggarai-Dukuh Atas Ditarget Rampung Paling Lambat 2029
- Naik MRT, LRT, dan Transjakarta Cuma Rp 1 Saat Puncak HUT Jakarta
- LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
"Kalau ke Dukuh Atas itu kan tinggal melanjutkan dari Manggarai, anggaran mungkin lebih masuk untuk sekarang," kata MTZ saat dihubungi Republika di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Dia mengakui, pembangunan LRT Jakarta ke Dukuh Atas atau ke JIS sama-sama penting dilakukan. Namun, pembangunan itu tidak bisa dilakukan secara bersamaan. Apalagi, kebutuhan anggaran untuk pembangunan jalur LRT Jakarta wilayah utara pasti akan besar.
Meski begitu, Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi DKI Jakarta tersebut menilai, Pemprov DKI tetap harus berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan LRT Jakarta ke wilayah utara. Pasalnya, layanan transportasi umum di wilayah Jakarta Utara masih relatif minim dibandingkan wilayah lainnya. "Setelah ke Dukuh Atas, harus dilanjutkan ke utara," ucap MTZ.
Sementara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, proyek LRT Jakarta Fase 1B bakal rampung dalam waktu dekat. Dia menargetkan, layanan transportasi berbasis rel yang tersambung dari Kepala Gading ke Manggarai itu dapat selesai dan beroperasi pada Agustus 2026.
"Nanti ini monorel (LRT Jakarta) mudah-mudahan bulan Agustus akan diresmikan. Panjang monorelnya 12,5 kilometer, 11 stasiun dari Velodrome (Pegangsaan Dua) sampai dengan Manggarai," kata Pramono di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara, Selasa.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika