REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Majalah Politico, mengungkapkan bahwa pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak menaruh kepercayaan kepada Wakil Presiden Amerika Serikat, J D Vance.
Media tersebut mengutip sejumlah sumber dan pejabat Amerika Serikat maupun Israel yang mengetahui perkembangan relasi antara kedua negara sejoli itu.
Baca Juga- Ilusi Perang Irak, Suriah, Lebanon, dan Iran: Hentikan Segera Israel Raya Jika Ingin Dunia Damai
- Hubungan Memanas, AS Waspadai Spionase Intelijen Israel hingga Level Membahayakan
- 'Spanyol Itu Kristen Bukan Muslim', Serangan Keras ke Lamine Yamal Seusai Sujud Rayakan Gol
Pemerintah Israel menilai Vance sebagai salah satu tokoh utama yang mendorong tercapainya kesepakatan dengan Iran, sekaligus sosok yang berupaya mengurangi tingkat keterikatan Amerika Serikat dengan Israel.
Majalah itu menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun Vance secara konsisten menegaskan bahwa kepentingan Amerika Serikat dan Israel tidak selalu sejalan.
Menurutnya, Amerika tidak semestinya terseret ke dalam konfrontasi dengan Iran demi kepentingan Israel.
Sikap tersebut selama ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengambil keputusan di Israel.
Seorang sumber yang mengetahui interaksi antara kedua pemerintahan mengatakan bahwa Israel dalam waktu yang cukup lama lebih memilih berkomunikasi langsung dengan Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio daripada dengan Vance.
Hal itu karena pandangan Vance yang cenderung lebih berhati-hati terhadap hubungan Amerika-Israel dianggap hanya mewakili arus kecil di dalam pemerintahan.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika