REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Laporan panjang yang dimuat harian Inggris Financial Times menyoroti meningkatnya kekecewaan masyarakat Israel terhadap kegagalan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam mewujudkan apa yang selama ini disebutnya sebagai kemenangan total dalam berbagai konflik yang melibatkan Israel.
Menurut laporan tersebut, meskipun Israel di bawah kepemimpinan Netanyahu telah melancarkan sejumlah operasi militer dan berhasil memberikan pukulan kepada para lawannya dalam beberapa tahun terakhir, kemenangan mutlak yang dijanjikan pemerintah masih belum terwujud.
Baca Juga- Apa Pesan di Balik Serangan Tiba-tiba Iran ke Israel? Ini Kata Pakar Militer
- Tentara Israel akan Mundur dari Lebanon Seusai Ultimatum Trump? Ini Kata Pakar Militer
- Pakar Militer Bicara Kejeniusan Taktik Perang Hizbullah yang Bendung Pergerakan Militer Israel
Financial Times mencatat bahwa mayoritas warga Israel mendukung perang melawan Iran. Namun, mereka juga merasa frustrasi karena meyakini Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendorong penghentian perang lebih cepat dari yang diharapkan.
Kekecewaan itu semakin besar karena biaya perang yang sangat tinggi dinilai tidak sebanding dengan hasil militer yang diperoleh di lapangan.
Laporan tersebut menyebut tekanan Washington untuk mengendalikan eskalasi konflik menempatkan Netanyahu pada posisi yang sulit.
Di satu sisi, ia harus mengakomodasi keinginan Presiden Trump yang ingin menghindari perang terbuka dan berkepanjangan dengan Iran.
Di sisi lain, memperluas operasi militer tanpa dukungan penuh Amerika Serikat juga dinilai berisiko tinggi dan membutuhkan biaya yang sangat besar.
Dalam konteks ini, analis politik sekaligus mantan kepala staf Netanyahu, Aviv Bushinsky, mengungkapkan kekhawatiran yang berkembang di kalangan masyarakat Israel.
Brutalnya Blokade Israel di Gaza - (Republika)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika