Nasional

Megawati Minta Struktur Dewan Keamanan PBB Dirombak

dalam forum ilmuwan dan peraih Nobel, Megawati Soekarnoputri usul perombakan struktur Dewan Keamanan PBB untuk melibatkan negara merdeka pasca-Perang Dunia II

28 Agustus 2026, pukul 08:25 WIB · dibaca 2 kali

Nasional Peristiwa Megawati Minta Struktur Dewan Keamanan PBB Dirombak CNN Indonesia Jumat, 28 Agu 2026 15:25 WIB Bagikan: URL berhasil disalin Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri mengusulkan agar struktur Dewan Keamanan PBB diubah dengan mulai melibatkan negara-negara baru yang telah merdeka setelah Perang Dunia II. (CNN Indonesia/ Thohirin) Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri mengusulkan agar struktur Dewan Keamanan PBB diubah dengan mulai melibatkan negara-negara baru yang telah merdeka setelah Perang Dunia II.

Usulan itu disampaikan Megawati dalam forum pertemuan sejumlah ilmuwan dan peraih Nobel dunia di Megawati Institute, Jakarta, Jumat (28/8).

"Dan saya juga sudah berulang kali meminta bahwa yang namanya Dewan Keamanan itu strukturnya sudah tidak boleh seperti apa yang ada sekarang ini," kata Megawati dalam pidatonya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan hanya dirinya, Megawati bilang keinginan agar struktur PBB diubah juga telah disampaikan oleh ayahnya, Presiden pertama RI, Bung Karno. Kata dia, Bung Karno menilai dunia telah berubah setelah perang dunia II.

Lihat Juga :Megawati & Ramos-Horta Dialog dengan Para Peraih Nobel di Jakarta

Megawati menyebut Dewan Keamanan PBB, terutama harus mulai melibatkan negara-negara yang telah merdeka setelah perang. Dia berharap agar usulan itu mendapat dukungan forum yang dia inisiasi bersama Presiden Timor Leste Ramos Horta itu.

"Mudah-mudahan apa yang saya katakan ini mendapatkan sebuah dukungan yang luar biasa," katanya.

Kini, Megawati mengaku juga terus bertanya-tanya tentang peran Dewan Keamanan, dalam penyelesaian konflik atau perang antara sejumlah negara.

"Nah seperti sekarang ini saja menurut saya sebagai seorang presiden, perang itu mengapa tidak bisa diselesaikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa? Itu sebuah big question for me," katanya.

Megawati menginisiasi forum Luncheon and Discussion with Science for Development Summit yang diikuti 10 penerima Nobel, termasuk Presiden Ramos-Horta, serta satu perwakilan organisasi penerima Nobel.

Lihat Juga :Kemdikti Buka Suara soal Paper 'Nobel MBG'

Para penerima Nobel yang hadir antara lain Frances H. Arnold, Nobel Kimia 2018; Tim Hunt, Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2001; Benjamin List, Nobel Kimia 2021; Robert C. Merton, Nobel Ilmu Ekonomi 1997; Konstantin Novoselov, Nobel Fisika 2010; Brian P. Schmidt, Nobel Fisika 2011; Kailash Satyarthi, Nobel Perdamaian 2014; James A. Robinson, Nobel Ilmu Ekonomi 2024; José Ramos-Horta, Nobel Perdamaian 1996; serta Fredrik Jay Ramsdell, Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2025.

Hadir pula David Beasley, yang memimpin World Food Programme (WFP) ketika organisasi tersebut menerima Nobel Perdamaian pada 2020.

Sementara, empat penerima Turing Award yakni Jack Dongarra (2021), Whitfield Diffie (2015), Richard S. Sutton (2024), dan Gilles Brassard (2025).

Delegasi juga mencakup sejumlah ilmuwan dengan pengakuan internasional, antara lain Sara Seager, penerima Kavli Prize in Astrophysics 2024; Howard-Yana Shapiro, penerima World Food Prize 2015; Torsten Hoefler, penerima ACM Prize in Computing 2019; serta Yannis loannidis, ACM Fellow.

(thr/fra) Bagikan: URL berhasil disalin
Lihat di situs asli

Berita terkait