Nasional

Mendikdasmen: Kantin Sekolah Bakal Dilibatkan dalam Program MBG

Mendikdasmen Abdul Mu'ti memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilanjutkan dengan penyesuaian, melibatkan kantin sekolah untuk penyediaan makanan.

13 Juni 2026, pukul 23:15 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa Mendikdasmen: Kantin Sekolah Bakal Dilibatkan dalam Program MBG CNN Indonesia Minggu, 14 Jun 2026 06:15 WIB Bagikan: url telah tercopy Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan karena mendapat dukungan luas dari siswa. (Dok. Istimewa) Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan karena mendapat dukungan luas dari siswa. Namun, pelaksanaan ada penyesuaian, termasuk kemungkinan melibatkan kantin sekolah sebagai penyedia makanan bergizi.

"Jumlah murid yang menerima MBG itu sekitar 43,4 juta dari total 53,5 juta murid di Indonesia atau sekitar 80,94 persen. Sebagian besar mengharapkan program ini tetap dilanjutkan," kata Mu'ti saat kunjungan kerja ke Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (13/6) dikutip dari Antara.

Lihat Juga :DPR Usul MBG Disetop Sementara Selama Libur Sekolah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan data penerima MBG saat ini telah terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sehingga pemerintah memiliki data lengkap mengenai siswa penerima manfaat berdasarkan nama, alamat, dan sekolah masing-masing.

Meski program tetap berlanjut, pemerintah akan melakukan perubahan skema penyaluran agar lebih tepat sasaran. Sekolah yang dinilai tidak terlalu membutuhkan bantuan MBG dimungkinkan tidak lagi menjadi penerima program, sedangkan sekolah dengan siswa lebih membutuhkan akan diprioritaskan.

Selain itu, mekanisme penyediaan makanan tidak seluruhnya harus melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemerintah membuka peluang agar sebagian pelaksanaan MBG dilakukan melalui dapur atau kantin sekolah dengan tetap berada di bawah koordinasi dan supervisi Badan Gizi Nasional (BGN).

Ia juga menegaskan sejumlah kasus keracunan yang sempat terjadi tidak menjadi alasan menghentikan program MBG secara keseluruhan. Menurut dia, hal yang perlu dilakukan berupa evaluasi terhadap dapur penyedia makanan yang bermasalah.

"Kalau ada keracunan, yang dihentikan adalah dapur yang tidak benar untuk dievaluasi, sedangkan SPPG yang baik tetap dilanjutkan. Bahkan, dapur yang tidak memenuhi standar bisa dicabut izin operasionalnya," ujarnya.

Mu'ti menilai program MBG bagian penting dari upaya pemerintah membangun kualitas generasi muda Indonesia, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga kesehatan dan pemenuhan gizi.

"Generasi ini harus dibangun baik akademiknya maupun fisiknya. Fisik dibangun melalui MBG, sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan siap bersaing di masa depan," ujarnya.

(antara/fra) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]
Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait