Oleh: Fernan Rahadi, dari Madinah, Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID, Masjid Qiblatain menjadi salah satu destinasi sejarah yang paling sering dikunjungi jamaah saat berada di Kota Madinah. Hal ini seiring menjadi penanda berpindahnya arah kiblat umat Islam dari sebelumnya mengarah ke Baitul Maqdis di Palestina menjadi ke Ka’bah di Makkah.
"Masjid ini sebenarnya juga dikenal sebagai Masjid Bani Salimah, karena di zaman Nabi Muhammad SAW dahulu, daerah ini merupakan kawasan permukiman dari Bani Salimah," ujar tour guide Indonesia di Madinah, Ibrahim Al Haq.
Baca Juga- Syaharani Hidupkan Nuansa Broadway di Gedebage Jazz Festival International 2026
- Iran Hantam Delapan Pangkalan AS di Teluk
- Gelar S1 tak Lagi Cukup? S2 Universitas Nusa Mandiri Jadi Jawaban Hadapi Persaingan Kerja
Ia menambahkan bahwa keturunan dari Bani Salimah merupakan salah satu kaum yang menjadi pendukung setia perjuangan Rasulullah SAW sewaktu berada di Madinah. Secara geografis, letak tempat ibadah bersejarah ini berjarak sekitar 4 kilometer dari Masjid Nabawi.
Lantaran lokasinya yang dirasa agak jauh pada masa itu, Bani Salimah sempat berniat untuk pindah rumah ke sekitar lingkungan Masjid Nabawi agar bisa selalu dekat dengan Rasulullah SAW. Namun, Rasulullah SAW meminta mereka untuk tetap tinggal di sana.
Beliau menenangkan mereka dengan menjelaskan bahwa jika mereka harus berjalan jauh menuju Masjid Nabawi, maka pahala yang didapat justru akan semakin banyak seiring dengan setiap langkah kaki yang dilalui.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika