REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengimbau jamaah umrah Indonesia untuk tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang menggunakan penerbangan transit sebelum tiba di Tanah Suci.
“Tetap berhati-hati, terutama buat umrah yang harus transit ke daerah-daerah tertentu yang harus dicermati,” ujar Irfan saat menghadiri 8th International Hajj Fund 2026, menanggapi peningkatan eskalasi geopolitik yang terjadi di Timur Tengah, Kamis (15/10/2026).
Baca Juga- MUI Jateng Tolak Konser Andrea Bocelli, Kapolda Bantah Ada Pencabutan Izin
- Koalisi Netanyahu Keok di Survei, AS Geser Dukungan
- Pernahkah Anda Renungkan Nikmat Kedua Kaki dan Rahasianya dalam Alquran dan Hadis?
Beberapa waktu lalu, kelompok Houthi menyerang bandara di Riyadh, Arab Saudi. Sejumlah jamaah umrah dari sejumlah negara dikabarkan menjadi korban dalam serangan tersebut.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, kata Gus Irfan, seluruh penerbangan langsung (direct) menuju bandara di Jeddah dan Madinah masih tergolong aman dan tanpa keterlambatan.
Kendati demikian, jamaah umrah Indonesia diminta meningkatkan kewaspadaan, tidak pergi ke wilayah-wilayah yang dianggap rawan, serta mengikuti setiap informasi dari otoritas setempat.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara