REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia Yusril Ihza Mahendra merespon singkat soal rencana konser penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli di Indonesia. Dia merasa urusan pelarangan konser Andrea Bocelli bukan menjadi ranahnya.
"Bukan kepentingan saya untuk menjawab," kata Yusril saat ditanya soal rencana konser Andrea Bocelli di Jakarta pada Selasa (27/10/2026).
Baca Juga- Yusril: Dakwah Berkontribusi Penting bagi Kehidupan Demokrasi
- Yusril Koordinasi dengan Mensesneg Soal Gugatan Karhutla Kalbar
- Dirjen Imigrasi Tegaskan Tolak Visa Israel Houghton Demi Keamanan Nasional
Dia mengungkapkan, persoalan tersebut ditangani oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam). "Oh gak tahu saya, Polkam yang tangani itu," ujar Yusril usai acara Penyerahan Kajian Dekonas terkait Penyempurnaan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) kepada Ketua Dewan Ekonomi Nasional (Dekonas) Luhut Binsar Pandjaitan.
Sebelumnya, Yusril mengumumkan bahwa pemerintah RI tidak akan mengizinkan pertunjukan musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton, bersama grup musik Israel & New Breed di Indonesia. Hal itu disampaikan Yusril setelah melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait rencana pertunjukan bertajuk ‘Til The Whole World Knows Tour 2026’.
Pertunjukan itu sebelumnya akan digelar di Graha Pengharapan, Jakarta Selatan pada 24 Oktober 2026. Namun, karena menimbulkan perhatian serta penolakan dari sejumlah elemen masyarakat, Yusril memutuskan tidak memberikan visa sehingga konser itu batal.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika