REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Periode menstruasi yang tidak teratur, jerawat yang tak kunjung hilang, hingga berat badan yang sulit turun kerap dialami perempuan dengan sindrom ovarium metabolik (PMOS). Salah satu saran yang sering muncul untuk membantu mengelola kondisi ini adalah rutin berolahraga. Apakah olahraga efektif untuk membantu perempuan dengan PMOS?
Pakar kebugaran bersertifikasi ACPT Level 5, Deepti Sharma, mengatakan olahraga dapat membantu perempuan dengan PMOS meningkatkan respons tubuh terhadap insulin dan menjaga kesehatan jantung. Meski demikian, olahraga tidak dapat menyembuhkan PMOS.
Baca Juga- Studi: Wanita yang Menopause Dini Lebih Sering Anxiety dan Depresi
- Menopause Berisiko Picu Penyakit Jantung, Ini Saran Dokter Agar Tetap Sehat
- Drama Amukan Aktris Selma Blair: Menggigit Pramugari hingga Mau Buka Pintu Pesawat
"Olahraga mungkin bisa membantu, tetapi tidak dapat menyembuhkan PMOS. Kondisi ini memengaruhi setiap perempuan secara berbeda, sehingga metode yang berhasil untuk satu orang belum tentu berhasil untuk orang lain," kata Deepti dilansir laman Hindustan Times, Selasa (13/10/2026).
Menurut dia, olahraga juga dapat meringankan gejala PMOS yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, perempuan dengan PMOS disarankan untuk aktif dan rutin melakukan olahraga.
Apa jenis olahraga terbaik untuk penderita PMOS? Deepti menyarankan perempuan dengan PMOS mengombinasikan latihan kekuatan dan kardio. Latihan dapat dimulai dari intensitas ringan, kemudian ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.
"Prioritaskan latihan kekuatan terlebih dahulu. Beberapa gerakan yang dapat dilakukan antara lain squat, lunge, row, dan chest press untuk melatih kelompok otot utama," kata Deepti.
Bagi pemula, latihan dapat dimulai dengan menggunakan berat badan sendirì atau beban yang ringan. Teknik gerakan juga perlu dikuasai dengan benar sebelum menambah beban. Untuk permulaan, setidaknya lakukan dua sesi latihan kekuatan per pekan. Frekuensi latihan dapat ditambah setelah tubuh semakin kuat dan terbiasa.
Aktivitas kardio juga dapat membantu meningkatkan kebugaran. Deepti mengatakan perempuan dengan PMOS tidak harus melakukan kardio berintensitas tinggi. Berjalan cepat, bersepeda, berenang, dan menari dapat menjadi pilihan.
"Bagi perempuan pekerja yang menghabiskan banyak waktu untuk duduk, berjalan kaki setelah pulang kerja bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan aktivitas fisik," kata Deepti.
Secara umum, orang dewasa dianjurkan melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150 hingga 300 menit per pekan, disertai latihan penguatan otot setidaknya dua hari dalam sepekan.
Perempuan haid (ilustrasi) - (republika)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika