REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Pemilik restoran India Singh’s Dining di London, Harman Singh Kapoor, meminta dukungan publik setelah restorannya dihujani ulasan negatif dan serangan siber (cyberattack). Gelombang serangan tersebut terjadi menyusul unggahan video kontroversial yang diunggah Kapoor mengenai kondisi di Gaza.
Kapoor, seorang pengusaha kuliner Sikh yang mengelola restoran India non-halal tersebut, mengunggah video itu pada akhir September lalu. Cuplikan video tersebut memicu kritik tajam dari pengguna media sosial pro-Palestina. Netizen menuding Kapoor meremehkan kehancuran dan penderitaan yang dialami warga Gaza.
Baca Juga- Don Ritto: Emas 74 Kg Bukan Milik Febrie, Tapi untuk Kegiatan Sosial Keagamaan
- Ketua KPK Ungkap Alasan Melepas Sekretaris Utama BNPB Meski Turut Terjaring OTT
- Saksi Ungkap Terdakwa Kasus Pemerasan Pernah Dijemput Penyidik di Tempat Hiburan
Kontroversi tersebut berbuntut pada serbuan ulasan bintang satu di profil Google restoran Singh's Dining. Kapoor juga mengklaim situs web restorannya mendadak rusak (crash), sehingga mengganggu sistem pemesanan tempat secara daring dikutip dari laman timesofkarachi.
Dalam video tersebut, Kapoor menunjukkan layar ponsel yang menampilkan foto udara sebuah bangunan berlingkar merah. Pada cuplikan pelengkap, struktur itu diidentifikasi sebagai Sekolah Menengah Putri Al-Qadisia, yang diklaim Kapoor tengah digunakan sebagai basis militer Israel.
Seraya mengarahkan pernyataannya kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Kapoor mempertanyakan mengapa ada bangunan di Gaza yang masih berdiri kokoh.
Citra satelit Google Earth yang menggambarkan kehancuran di Gaza akibat serangan brutal Israel. - (Google Earth)
Pernyataan itu menuai kecaman luas di jagat maya. Sejumlah warganet menilai video tersebut mengolok-olok kehancuran di Gaza, sementara yang lain menyuarakan seruan boikot terhadap restorannya.
Salah satu pengguna media sosial menuduh Kapoor mengejek penderitaan anak-anak di Gaza. Pengguna lain yang mengidentifikasi dirinya sebagai seorang Sikh turut mengecam pernyataan Kapoor dan mendesak masyarakat untuk tidak mendukung bisnisnya.
Berbagai komentar tersebut mencerminkan reaksi masyarakat di media sosial dan tidak secara independen memverifikasi kondisi sebenarnya dari bangunan yang ditampilkan dalam video.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika