REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) bakal melakukan moratorium pembangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Langkah itu dilakukan dalam rangka memperbaiki tata kelola pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN Nanik S Deyang mengatakan, badan gizi akan melakukan moratorium pembangunan SPPG atau dapur MBG. Alih-alih membuka dapur baru, BGN di bawah kepemimpinannya disebut akan memperbaiki tata kelola SPPG yang sudah beroperasi. "Jadi intinya kami hentikan (pembangunan SPPG) dan kami tata dulu," kata dia saat dikonfirmasi Republika, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga- Harga Pertamax Melonjak, Ramai-Ramai Warga Beralih ke Pertalite
- Kodam Bantah Narasi TNI AD Gusur Paksa Fasilitas Sekolah Buat Kopdes Merah Putih di NTT
- Selalu Membalas Jika Diserang AS, Iran Kirim Rudal Lagi ke Bahrain, Kuwait Hingga Yordania
Ia menyebutkan, saat ini sudah ada sebanyak 27.877 dapur MBG yang beroperasi di seluruh wilayah Indonesia. Puluhan ribu dapur itulah akan menjadi fokus perbaikan tata kelola yang dilakukan BGN. "Sekarang dapur operasioanal 27.877. Nah kita tata dulu yang ada," ujar Nanik.
Ihwal kemungkinan adanya gugatan dari investor dapur MBG yang tengah dalam proses pembangunan, Nanik menyatakan, hal itu masih terlalu jauh. Pasalnya, moratorium yang dilakukan bukan berarti mengagalkan dapur yang saat ini masih dalam proses pembangunan.
"Kan belum tentu digagalkan, kami masih menata," kata dia.
Diketahui, terdapat beberapa rencana kerja yang akan dilakukan BGN di bawah pimpinan baru lembaga itu. Selain melakukan moratorium pembangunan SPPG, BGN juga fokus memperluas program MBG di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dan melakukan peninjauan ulang atau refocusing penerima manfaat program MBG.
Tak hanya itu, BGN juga akan lebih fokus melayani MBG kepada kelompok 3B (bumil atau ibu hamil, busui atau ibu menyusui, dan balita).
Sebelumnya viral di media sosial pemilik SPPG protes ke BGN karena anggaran buat mitra dapur tak kunjung cair padahal mereka sudah keluarkan duit cukup besar buat mendirikan bangunan. Sementara di daerah sejumlah SPPG dilaporkan juga menghentikan operasinya karena anggaran top up tak kunjung cari.
Lihat postingan ini di Instagram
Permintaan mitra dapur
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika