Nasional

Ngotot Serang Iran Jelang Pemilu, Netanyahu Digugat Pasal Pengkhianatan

TEL AVIV — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi desakan penyelidikan kriminal atas dugaan pengkhianatan setelah muncul tuduhan bahwa ia berupaya memicu konfrontasi militer dengan Iran menjelang pemilihan umum...

26 Oktober 2026, pukul 23:37 WIB · dibaca 1 kali

TEL AVIV — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi desakan penyelidikan kriminal atas dugaan pengkhianatan setelah muncul tuduhan bahwa ia berupaya memicu konfrontasi militer dengan Iran menjelang pemilihan umum Israel pada Selasa (27/10/2026).

Pemimpin partai oposisi Yisrael Beiteinu, Avigdor Lieberman, meminta jaksa agung Israel, Gali Baharav-Miara, membuka penyelidikan terhadap Netanyahu. Ia menuding sang perdana menteri bersedia mempertaruhkan keselamatan tentara dan keamanan negara demi kepentingan politik.

Desakan itu muncul setelah media Israel melaporkan ketegangan antara Netanyahu dan Kepala Staf Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir. Sang jenderal dilaporkan menolak menjalankan sebuah instruksi militer yang dinilai berpotensi memicu konfrontasi baru dengan Iran.

Dikutip dari Palestine Chronicle, Senin (26/10/2026), Lieberman menuding Netanyahu berusaha membawa Israel ke dalam perang menjelang pemilu yang berpotensi berujung pada kekalahan politiknya.

“Menyeret Negara Israel ke dalam perang menjelang pemilu, disertai kesediaan mengorbankan tentara IDF semata-mata karena takut kalah dalam pemilu, merupakan pengkhianatan terhadap negara, keamanannya, dan para prajurit IDF,” kata Lieberman dalam pernyataannya.

Lieberman mendesak penyelidikan kriminal segera dilakukan terhadap Netanyahu atas dugaan pengkhianatan.

Personel paramiliter wanita Iran dari Basij dalam aksi Jan-Fada di Teheran, Jumat (18/9/2026). - (EPA/Abedin Taherkenareh)

Menurut laporan lembaga penyiaran publik Israel KAN, Lieberman telah mengajukan permintaan resmi kepada jaksa agung untuk menyelidiki tuduhan tersebut.

Kontroversi ini mencuat setelah stasiun televisi Israel Channel 12 melaporkan adanya perselisihan antara Netanyahu dan Zamir mengenai instruksi militer yang tidak diungkapkan secara terperinci.

Laporan tersebut menyebut Zamir meminta pembahasan mendalam sebelum menjalankan instruksi itu. Ia juga dikabarkan meminta dokumen tertulis dan bertanda tangan yang menunjukkan dasar hukum perintah dari kepemimpinan politik.

Informasi mengenai bentuk operasi yang dimaksud tidak dipublikasikan. Pelaporan media Israel mengenai persoalan tersebut juga dibatasi oleh ketentuan sensor militer.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait