Nasional

Saingi Patriot AS, ini Kehebatan Rudal SIPER Turki

JAKARTA -- Industri pertahanan Turki kembali mencatat perkembangan penting setelah sistem rudal pertahanan udara jarak jauh SIPER Block-2 berhasil menghancurkan sasaran baru meskipun targetnya diubah ketika rudal sudah meluncur....

27 Oktober 2026, pukul 00:11 WIB · dibaca 0 kali

JAKARTA -- Industri pertahanan Turki kembali mencatat perkembangan penting setelah sistem rudal pertahanan udara jarak jauh SIPER Block-2 berhasil menghancurkan sasaran baru meskipun targetnya diubah ketika rudal sudah meluncur. Keberhasilan uji tembak yang diumumkan pada Ahad (25/10/2026) itu memperkuat ambisi Ankara mengembangkan sistem pertahanan udara domestik yang berpotensi menjadi alternatif bagi sistem Patriot buatan Amerika Serikat.

Kepala Presidensi Industri Pertahanan Turki (SSB), Haluk Görgün, mengumumkan bahwa SIPER Block-2 atau Ürün-2 menunjukkan kemampuan mengubah sasaran ketika rudal sedang terbang. Dalam pengujian tersebut, rudal awalnya diluncurkan menuju sasaran pertama, kemudian menerima pembaruan informasi untuk mengarahkan penerbangannya ke sasaran kedua yang berhasil dihancurkan.

Baca Juga

Menurut laporan Anadolu Agency pada 25 Oktober, kemampuan tersebut menjadi bagian dari pengembangan sistem pertahanan udara jarak jauh yang dikerjakan bersama oleh ASELSAN, ROKETSAN, dan lembaga penelitian pertahanan TÜBİTAK SAGE. Görgün mengatakan pengujian tersebut memperlihatkan peningkatan kemampuan sistem dalam menghadapi perubahan ancaman selama berlangsungnya operasi pertahanan udara.

ASELSAN menjelaskan pengujian terbaru juga melibatkan kemampuan menghadapi sasaran yang terbang pada ketinggian rendah di dekat permukaan laut. Selain perubahan sasaran setelah peluncuran, pengujian mencakup sistem pemanduan pada fase tengah penerbangan serta pemanduan terminal ketika rudal mendekati sasaran.

Pencapaian tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah Angkatan Udara Turki melaksanakan uji penembakan SIPER di kawasan Sinop pada 21 Oktober. Dalam pengujian yang disaksikan Kepala Staf Umum Turki Jenderal Selçuk Bayraktaroğlu itu, sistem SIPER yang telah masuk inventaris militer dilaporkan berhasil mengenai sasaran yang ditentukan.

Keberhasilan dua pengujian dalam waktu berdekatan memperlihatkan perkembangan program rudal pertahanan udara jarak jauh Turki. Namun, kemampuan yang diperlihatkan dalam pengujian terkendali belum berarti seluruh varian SIPER telah memiliki kesiapan operasional maupun kemampuan yang sama dengan sistem pertahanan udara yang telah digunakan dalam peperangan.

Spesifikasi Rudal SIPER Turki

SIPER merupakan sistem pertahanan udara jarak jauh yang dirancang untuk melindungi fasilitas strategis, kawasan penting, dan satuan militer dari serangan udara. Ancaman yang menjadi sasaran sistem tersebut mencakup pesawat tempur, helikopter, pesawat nirawak, rudal jelajah, serta persenjataan yang diluncurkan dari pesawat.

Berdasarkan katalog resmi ROKETSAN, SIPER dikembangkan dalam beberapa varian dengan kemampuan berbeda, termasuk Block-1 dan Block-2. Kedua varian tersebut memiliki perbedaan dimensi, jangkauan, dan konfigurasi, tetapi menggunakan prinsip pemanduan yang sama, yakni kombinasi navigasi inersial, pembaruan data selama penerbangan, dan pencari sasaran radar aktif.

SIPER Block-1 memiliki panjang sekitar 5,4 meter dengan diameter badan rudal 370 milimeter. ROKETSAN mencantumkan jangkauan rudal lebih dari 100 kilometer, sementara katalog sistem ASELSAN terbitan Mei 2025 menyebut jangkauan intersepsi sistem SIPER 1 lebih dari 70 kilometer dengan ketinggian intersepsi mencapai 20 kilometer.

Perbedaan antara jangkauan rudal dan jangkauan intersepsi sistem tersebut perlu dipahami karena keduanya tidak selalu mengukur kemampuan yang sama. Jarak maksimum penerbangan sebuah rudal tidak otomatis sama dengan jarak efektif untuk menghancurkan sasaran dalam berbagai kondisi operasional.

SIPER Block-2 dikembangkan dengan ukuran lebih besar untuk memperluas kemampuan pertahanan udara jarak jauh. ROKETSAN mencantumkan panjang rudal sekitar 6,3 meter, diameter 420 milimeter, dan jangkauan yang dinyatakan sebesar 150 kilometer dalam katalog produknya.

Sementara itu, ASELSAN menyebut jangkauan intersepsi SIPER 2 melebihi 150 kilometer dengan kemampuan menjangkau sasaran pada ketinggian hingga 30 kilometer. Sistem tersebut juga dirancang memberikan perlindungan menyeluruh dengan cakupan pengawasan dan operasi pertahanan udara 360 derajat.

Dalam perkembangan pengujian pada Juni 2026, SIPER Block-2 dilaporkan berhasil menghancurkan sasaran bermanuver pada jarak lebih dari 150 kilometer. Pengujian Oktober kemudian memperlihatkan kemampuan tambahan berupa pengalihan sasaran setelah rudal diluncurkan, yang berpotensi meningkatkan fleksibilitas penggunaannya dalam menghadapi serangan udara kompleks.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait