Nasional

Ogah Komentari Munculnya Nama Menag, Gus Ulil: Biasanya Ketum PBNU Dua Periode

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil menilai menghangatnya pembicaraan mengenai kandidat Ketua Umum PBNU merupakan dinamika yang lazim menjelang Muktamar ke-35...

17 Juni 2026, pukul 13:16 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil menilai menghangatnya pembicaraan mengenai kandidat Ketua Umum PBNU merupakan dinamika yang lazim menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Meski demikian, ia mengaku tidak memiliki komentar khusus terkait munculnya nama Menteri Agama RI, Prof Nasaruddin Umar yang disebut layak masuk bursa calon Ketum PBNU.

Baca Juga

"Salah satu pembicaraan yang sekarang ramai berlangsung di tubuh warga NU adalah soal kandidat. Ramai sekarang ini ada beberapa calon yang diusulkan. Itu dinamika yang biasa menjelang Muktamar karena ini adalah Munas dan Konbes terakhir sebelum muktamar besok pada bulan Agustus," ujar Gus Ulil saat menghadiri Harlah ke-2 Asosiasi Pertambangan Warga Nusantara (APWNU) di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). - (Edwin Putranto/Republika)

Menanggapi munculnya nama Prof Nasaruddin Umar yang sebelumnya diungkapkan Sekretaris PBNU sekaligus Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Gus Ulil mengatakan dirinya tidak memiliki tanggapan khusus."Saya tidak punya komentar khusus mengenai Menag, tetapi calon-calon sekarang sudah mulai muncul,"tegas dia.

Menurut Gus Ulil, sejauh ini terdapat sekitar dua hingga tiga nama yang mulai beredar sebagai kandidat Ketua Umum PBNU. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan para peserta muktamar, yakni para pengurus cabang dan wilayah.

"Ya ada sekitar dua-tiga nama yang sekarang beredar. Nanti kita serahkan kepada para peserta Muktamar, pengurus-pengurus cabang dan wilayah, mana penerus atau calon yang mereka anggap cocok,"kata dia.

Menteri Agama Nasaruddin Umar memeberikan keterangan saat konferensi pers sidang Isbat awal Zulhijah 1447 Hijriah di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Ahad (17/5/2026). Pemerintah resmi menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026 dan Idul Adha 10 Zulhijah 1447 Hijriah pada Rabu, 27 Mei 2026 - (Republika/Prayogi)

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait