REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berusaha terus melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia, terutama dalam aspek transparansi, likuiditas, dan penegakan hukum terhadap berbagai bentuk pelanggaran. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi pun melapor kepada Presiden RI Prabowo Subianto terkait pertumbuhan investor di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Friderica menyebut, pertumbuhan jumlah investor ritel domestik yang saat ini telah mencapai sekitar 32,7 juta Single Investor Identification (SID). Menurut dia, angka tersebut mencerminkan besarnya harapan masyarakat terhadap pasar modal sebagai sarana investasi jangka panjang.
Baca Juga- Ancaman MSCI, Saham BBCA Hingga BYAN Alami Auto Reject Bawah
- Perdagangan Dibuka Kembali, IHSG Lanjutkan Tren Pelemahan
- IHSG Anjlok, BEI Berlakukan Trading Halt
"Apalagi sekarang dengan domestic investor retail kita sudah mencapai 32.700.000 SID yang tentu saja ini juga menaruh harapan besar untuk pasar modal Indonesia ke depan bisa menjadi tempat investasi untuk jangka panjang yang baik untuk masyarakat Indonesia," ucap Friderica di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika