REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI hingga kini belum mengeluarkan keputusan untuk mengimbau ataupun melarang perjalanan umrah setelah serangan Houthi Yaman ke Riyadh, Arab Saudi.
Kemenhaj hanya mengimbau jamaah umrah Indonesia untuk memilih penerbangan langsung atau direct flight menuju Saudi.
Baca Juga- 12 Kisah Singkat Ini Ungkap Cara Umar Bin Khattab Jauhkan Kepentingan Keluarga dari Kekuasaan
- 6 Sifat dan Amalan yang Pelakunya Dijanjikan Surga Oleh Allah SWT, Tetapi dengan Syarat..
- Kemiripan yang Mencurigakan: Benarkah Max Weber Plagiasi Ide Sarjana Muslim Al-Biruni?
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dan otoritas Arab Saudi untuk memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
"Sampai hari ini kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan otoritas Saudi Arabia. Belum ada keputusan untuk menghimbau atau melarang perjalanan ke Arab Saudi," ujar Dahnil kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).
Dia menjelaskan, Kemenhaj bersama Kemenlu RI hanya mengimbau jamaah umrah Indonesia agar memilih penerbangan langsung menuju Madinah atau Jeddah sebagai pintu masuk menuju Tanah Suci.
Menurut Dahnil, otoritas Kerajaan Arab Saudi juga menyatakan kondisi di negara tersebut masih aman bagi jamaah umrah.
Karena itu, pemerintah terus melakukan koordinasi untuk memastikan perkembangan situasi keamanan dan keselamatan jamaah Indonesia.
Di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, Dahnil berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menahan diri dan tidak terjerumus ke dalam perang terbuka.
"Kami berharap semua pihak di timur tengah menahan diri jangan terjebak dengan perang terbuka yang justru akan merugikan semua pihak," ucapnya.
Dahnil mengingatkan, konflik terbuka di kawasan tersebut berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas, termasuk terhadap aktivitas ibadah umat Islam di Tanah Suci.
Dampak konflik, baik secara langsung maupun tidak langsung, dikhawatirkan dapat mengganggu perjalanan dan pelaksanaan ibadah jamaah umrah.
Karena itu, koordinasi antara pemerintah Indonesia dan otoritas Arab Saudi terus dilakukan untuk memantau perkembangan situasi. Jamaah umrah Indonesia juga diimbau mengikuti arahan resmi pemerintah serta memperhatikan informasi terbaru mengenai keamanan dan perjalanan menuju Arab Saudi.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika