Nasional

Pemikiran Bung Hatta Jadi Rujukan Penguatan Nilai Kebangsaan

  JAKARTA -- Pemikiran Mohammad Hatta atau Bung Hatta mengenai etika negarawan, demokrasi, dan keadilan sosial kembali diperkenalkan melalui kegiatan pendidikan politik. Gagasan proklamator tersebut menjadi bahan pembelajaran untuk memperluas...

28 Oktober 2026, pukul 15:58 WIB · dibaca 1 kali

 

JAKARTA -- Pemikiran Mohammad Hatta atau Bung Hatta mengenai etika negarawan, demokrasi, dan keadilan sosial kembali diperkenalkan melalui kegiatan pendidikan politik. Gagasan proklamator tersebut menjadi bahan pembelajaran untuk memperluas pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan dan kehidupan bernegara.

Ketua Yayasan Hatta Halida Hatta mengatakan, pemikiran Bung Hatta memiliki nilai penting dalam membangun karakter bangsa. Gagasan tersebut mencakup pandangan mengenai kehidupan kenegaraan, kemasyarakatan, serta pentingnya membangun bangsa yang bermartabat.

Baca Juga

Hal itu disampaikan Halida dalam Kelas Khusus Sekolah Pemikiran Bung Hatta di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan Partai NasDem bekerja sama dengan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) serta Yayasan Hatta.

“Bagaimana seorang pemimpin mempunyai visi dan misi untuk kenegaraan dan kemasyarakatan. Ini penting untuk membangun jiwa bangsa, karakter bangsa, dan karakter diri untuk menjadikan Indonesia bermartabat dan berkualitas hidupnya,” kata Halida.

Kegiatan kelas khusus Sekolah Pemikiran Bung Hatta di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026) - (Istimewa)

Halida menjelaskan, forum tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mempelajari pemikiran Bung Hatta. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebangsaan sekaligus mendorong peserta mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

"Dan ini untuk mengembangkan pemikiran kritis melalui gagasan para pendiri bangsa," ujar putri Bung Hatta tersebut.

Kelas Khusus Sekolah Pemikiran Bung Hatta membahas empat tema utama, yakni Etika Negarawan, Kemakmuran dan Keadilan Sosial, Pendidikan dan Kebudayaan, serta Politik dan Demokrasi. Pembahasan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk mengenal berbagai aspek pemikiran Bung Hatta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-15 Partai NasDem sekaligus Hari Sumpah Pemuda. Sebanyak 50 kader NasDem yang menduduki posisi pimpinan maupun anggota legislatif dari Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat mengikuti kegiatan tersebut.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawi Taslim mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kelas mandiri pertama dalam program Sekolah Pemikiran Bung Hatta. Hermawi menyebut kegiatan diskusi dan literasi terus dikembangkan sebagai sarana memperluas wawasan dan pengetahuan kader.

“Ini terus-menerus kami upayakan di NasDem Tower, baik diskusi buku, bedah buku maupun bedah film sebagai bagian dari upaya kami menuju partai modern yang sesungguhnya,” kata Hermawi.

Sementara itu, Direktur Eksekutif LP3ES Fahmi Wibawa mengapresiasi penyelenggaraan kelas tersebut sebagai upaya memperkuat tradisi intelektual dalam organisasi politik. Menurut Fahmi, budaya riset dan literasi memiliki peran penting dalam pengembangan pendidikan politik.

“Partai politik yang modern adalah partai politik yang punya kultur teknokrasi, punya kultur riset, punya kultur literasi,” ujar Fahmi.

Fahmi juga menilai pendidikan politik berbasis karakter menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan kapasitas kader. Melalui pembelajaran mengenai gagasan para pendiri bangsa, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai nilai-nilai kebangsaan.

Sekolah Pemikiran Bung Hatta menjadi salah satu ruang untuk mengenalkan kembali warisan pemikiran proklamator kepada generasi berikutnya. Pembahasan mengenai etika, demokrasi, pendidikan, dan keadilan sosial diharapkan dapat memperkaya wawasan peserta tentang sejarah serta gagasan kebangsaan Indonesia.

Lihat di situs asli

Berita terkait