REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNG SELOR, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan meminta seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayahnya untuk membuat proyeksi kebutuhan tenaga kerja hingga lima tahun ke depan. Langkah ini merupakan strategi pemetaan dan penyiapan sumber daya manusia (SDM) lokal agar sesuai dengan bidang yang dibutuhkan industri.
Bupati Bulungan, Syarwani, di Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu, menyatakan telah menginstruksikan dinas terkait untuk segera mengumpulkan data proyeksi tersebut. "Saya telah menginstruksikan kepada dinas terkait untuk meminta perusahaan-perusahaan membuat proyeksi kebutuhan tenaga kerja hingga lima tahun ke depan," ujarnya.
Jawaban atas Pemetaan Lapangan Kerja
Pernyataan ini menjawab pertanyaan mengenai langkah kreatif Pemkab Bulungan dalam memetakan potensi lapangan pekerjaan di daerah selama dua tahun pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Dengan adanya data valid mengenai spesifikasi dan disiplin ilmu yang dibutuhkan, diharapkan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Bulungan dapat ditekan.
Saat ini, belasan ribu tenaga kerja telah terserap di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning-Mangkupadi, yang merupakan kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN). Syarwani meyakini, seiring dengan semakin banyaknya perusahaan di kawasan PSN yang beroperasi dan bertambahnya investasi, kebutuhan tenaga kerja juga akan meningkat.
"Kita meminta teman-teman sektor swasta atau perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bulungan, membuat proyeksi kebutuhan tenaga kerja minimal untuk tiga tahun atau lima tahun ke depan. Sehingga kita tahu jenis pekerjaan apa yang dibutuhkan dan nanti akan kita coba bedah serta siapkan kompetensi anak-anak kita di Kabupaten Bulungan," katanya.
Penguatan Ketahanan Pangan dan Bursa Kerja
Selain pemetaan melalui proyeksi perusahaan, Pemkab Bulungan juga berkomitmen menyerap tenaga kerja melalui penguatan ketahanan pangan sesuai program prioritas nasional. Program ini telah dieksekusi sejak 2024 hingga 2026. Syarwani menilai penguatan sektor ini secara otomatis berdampak pada peluang kesempatan kerja, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal dan mendukung pemenuhan pangan di kawasan industri.
Dalam dua tahun terakhir, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Bulungan aktif menggelar bursa kerja (job fair). Pada Juni lalu, kegiatan tersebut menyediakan hingga 672 lowongan kerja dari berbagai perusahaan. "Untuk tahun ini saja ada kurang lebih 600 lebih kesempatan kerja yang dibuka dalam kegiatan job fair yang dilaksanakan teman-teman Distransnaker Bulungan kerja sama dengan pelaku usaha yang kita laksanakan di Gedung Wanita Juni lalu," ujarnya.
Tingkatkan Kompetensi SDM Lokal
Untuk menyiapkan SDM lokal, Pemkab Bulungan meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan, termasuk pelatihan Bahasa Mandarin. Pada 2024, sebanyak 80 peserta diprogramkan dalam pendidikan vokasi non-formal dan kini telah memiliki kemampuan dasar Bahasa Mandarin. Syarwani bersyukur atas kehadiran kawasan industri PSN di Bulungan, meski penyerapan tenaga lokal diakuinya belum optimal.
Oleh karena itu, ia berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat untuk memperkuat kompetensi tenaga lokal Bulungan dan Kaltara. "Harapan kita ke depan, mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo hari ini, itu bisa membuka peluang-peluang hadirnya investasi ke daerah. Dengan demikian semakin berdampak terhadap kesempatan bekerja bagi warga masyarakat kita di Kabupaten Bulungan dan Kaltara," katanya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : antara