REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG SELATAN, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mendorong pelaku UMKM untuk mengembangkan inovasi dan memperkuat identitas budaya guna meningkatkan daya saing produk lokal. Upaya ini dilakukan melalui workshop pelatihan kewirausahaan yang digelar di Ballroom Universitas Indonesia Mandiri, Kecamatan Penengahan, Senin (26/10).
Perancang busana sekaligus Direktur Kreatif IKAT Indonesia, Didiet Maulana, hadir sebagai narasumber. Ia menekankan bahwa produk lokal wajib memiliki karakter dan keunikan agar mampu bersaing di tengah perkembangan tren dan kebutuhan pasar.
“Setiap pelaku usaha memiliki keterampilan, pengalaman, pengetahuan, dan karakter yang berbeda. Potensi tersebut dapat menjadi dasar untuk membangun identitas produk yang kuat,” ujar Didiet.
Menggali Potensi Lokal dan Inovasi Desain
Menurut Didiet, pelaku UMKM dan perajin perlu menggali potensi lokal sebelum menentukan arah pengembangan produk. Inovasi dapat dilakukan melalui desain, pemilihan bahan, warna, bentuk, dan fungsi tanpa menghilangkan nilai budaya yang melekat.
Ia mencontohkan kain tapis yang dapat dikembangkan tidak hanya berdasarkan motif dan tampilannya. Keterampilan perajin, proses pembuatan, waktu pengerjaan, serta makna budaya di baliknya justru menjadi nilai tambah yang signifikan.
Pendekatan tersebut membuat konsumen tidak hanya mempertimbangkan bentuk dan harga, tetapi juga keunikan serta cerita di balik proses pembuatan produk.
Pahami Pasar dan Bangun Jejaring
Selain inovasi produk, Didiet menekankan pentingnya pemahaman terhadap pasar. Pelaku UMKM didorong untuk memanfaatkan media sosial guna mengamati tren, memahami respons konsumen, dan mengidentifikasi peluang pemasaran.
Ia juga mengingatkan agar pelaku usaha tidak hanya mengandalkan pameran atau promosi yang difasilitasi pihak lain. Mereka harus aktif membangun jejaring, memperkenalkan produk, dan menjangkau calon konsumen melalui berbagai saluran pemasaran secara mandiri.
Kolaborasi antarpelaku usaha juga dinilai krusial untuk memperkuat kapasitas produksi. Melalui komunitas, perajin dapat bertukar pengalaman serta berbagi pekerjaan ketika menerima pesanan dalam jumlah besar, dengan tetap menjaga koordinasi dan standar kualitas.
Di Lampung Selatan, potensi pengembangan produk kreatif berbasis budaya sangat beragam, mencakup kain tapis, Inuh, sulam usus, kerajinan anyaman, hingga kuliner lokal. Berbagai potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi produk unggulan melalui penguatan identitas, inovasi desain, peningkatan kualitas, dan strategi pemasaran yang tepat.
Melalui pelatihan ini, Pemkab Lampung Selatan berharap pelaku UMKM dan perajin mampu mengoptimalkan kekayaan budaya daerah menjadi produk berciri khas, bernilai tambah, serta berdaya saing tinggi sehingga berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus mendukung keberlanjutan usaha lokal.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : antara