REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyatakan dukungan penuh terhadap Asian Development Bank (ADB) dalam upaya pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun. Dukungan ini diwujudkan melalui workshop special economic zones yang digelar bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Medan, Jumat.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, menegaskan bahwa pengembangan KEK Sei Mangkei merupakan salah satu pengungkit utama pertumbuhan ekonomi daerah. "Pengembangan KEK Sei Mangkei ini sebagai salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya seusai menerima pejabat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan ADB di Kantor Gubernur Sumut.
Perkuat Tata Kelola Kawasan Ekonomi
Sulaiman menjelaskan, workshop ini merupakan bagian dari kerja sama subregional Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA), Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), dan Greater Mekong Subregion (GMS). Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas pengelolaan KEK, meningkatkan kualitas tata kelola kawasan ekonomi, serta mendukung pengembangan KEK Sei Mangkei sebagai kawasan unggulan Sumatera Utara.
KEK Sei Mangkei sendiri ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2012 dan resmi beroperasi pada 27 Januari 2015. Kawasan ini memiliki industri pengolahan kelapa sawit, pengolahan karet, pariwisata, dan logistik. Dengan total lahan seluas 2.002,7 hektare, KEK ini diproyeksikan mampu menarik total investasi sebesar Rp129 triliun dan menyerap tenaga kerja hingga 83.304 orang pada tahun 2031.
Sumut Tuan Rumah IMT-GT 2026
Dalam kesempatan tersebut, Sulaiman juga menyampaikan bahwa Provinsi Sumatera Utara dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan IMT-GT ke-32 di Medan pada September 2026. "Kepercayaan ini menjadi bukti pengakuan terhadap peran strategis Sumatera Utara dalam kerja sama ekonomi regional," tuturnya. Pemprov Sumut berharap sinergi dengan ADB dapat terus diperkuat guna menyukseskan kerja sama regional, mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, serta membuka lapangan kerja.
Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional Deputi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Sonny Ameriansah Soekoer, menyebut pertemuan ini merupakan bagian dari persiapan penyelenggaraan IMT-GT ke-32. "IMT-GT merupakan satu-satunya kegiatan yang melibatkan daerah. Salah satu tujuannya untuk menyinergikan kebijakan pembangunan di Sumatera. ADB ini sebagai strategy advisor bisa dimanfaatkan dan meminta saran dari mereka," ucap Sonny.
Regional Cooperation Specialist Regional Cooperation and Integration Unit Southeast Asia Department ADB, Pamela Asis-Layugan, menambahkan bahwa ADB memiliki peran penting sebagai mitra pembangunan regional. "Melalui workshop SEZ maka dapat diketahui koridor mana yang patut kita kembangkan, sehingga kekuatan ekonomi daerah juga akan meningkat dan juga ekonomi nasional," ujarnya. ADB juga berperan meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara melalui berbagai program capacity building yang mencakup isu strategis seperti pengembangan ekonomi dan pariwisata.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : antara