Nasional

Peneliti Temukan Manfaat Sayuran Hijau untuk Menurunkan Risiko Penyakit Paru

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengonsumsi sayuran hijau seperti bayam, kale, dan brokoli berpotensi membantu menjaga kesehatan paru-paru. Temuan tersebut diungkap dalam penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa asupan vitamin K1 yang lebih...

1 Juli 2026, pukul 02:57 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengonsumsi sayuran hijau seperti bayam, kale, dan brokoli berpotensi membantu menjaga kesehatan paru-paru. Temuan tersebut diungkap dalam penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa asupan vitamin K1 yang lebih tinggi berkaitan dengan fungsi paru yang lebih baik dan risiko penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang lebih rendah.

Penelitian yang dilakukan tim peneliti dari Edith Cowan University, Australia, itu dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition. Dikutip dari Fox News, Rabu (1/7/2026), para peneliti meneliti hubungan antara konsumsi vitamin K1 dan vitamin K2 dengan penyakit pernapasan kronis, seperti PPOK dan asma, serta fungsi paru-paru.

Baca Juga

Dalam laporannya, peneliti menyebut penyakit pernapasan kronis masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. "Penyakit pernapasan kronis, termasuk PPOK dan asma, merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak ditemukan di dunia. Pada 2019, penyakit ini menjadi penyebab kematian ketiga secara global dengan sekitar empat juta kematian dan memengaruhi sekitar 454,6 juta orang," tulis peneliti dalam publikasi tersebut.

Penelitian melibatkan 179.062 peserta yang dipantau selama sekitar 10,5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi vitamin K1 dalam jumlah paling tinggi memiliki kemungkinan 16 persen lebih rendah mengalami PPOK dibandingkan mereka yang mengonsumsi vitamin K1 dalam jumlah rendah. Hubungan tersebut terlihat lebih kuat pada perokok maupun individu yang bekerja di lingkungan dengan risiko tinggi terpapar debu, bahan kimia, atau polusi.

Sebaliknya, peneliti tidak menemukan hubungan antara konsumsi vitamin K2 dengan penurunan risiko PPOK. Penelitian itu juga tidak menemukan kaitan antara konsumsi vitamin K1 maupun vitamin K2 dengan risiko asma.

Associate Professor Marc Sim, salah satu peneliti, mengatakan vitamin K diduga mengaktifkan protein tertentu yang membantu menjaga jaringan paru tetap lentur sehingga lebih tahan terhadap kerusakan. Meski demikian, ia menegaskan penelitian ini bersifat observasional sehingga belum dapat membuktikan bahwa vitamin K1 secara langsung menurunkan risiko PPOK. Penelitian tersebut hanya menunjukkan adanya hubungan antara tingginya asupan vitamin K1 dengan kesehatan paru yang lebih baik.

Peneliti lainnya, Chengfeng Li, mengatakan meningkatkan konsumsi sayuran hijau merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menambah asupan vitamin K1. "Satu porsi tambahan sayuran hijau setiap hari merupakan cara yang realistis untuk meningkatkan asupan vitamin K1," ujarnya.

Selain bayam, kale, dan brokoli, sumber vitamin K1 lainnya antara lain collard greens, Swiss chard, kubis brussel (Brussels sprouts), dan daun lobak (turnip greens). Para peneliti menekankan konsumsi makanan bergizi tetap perlu dibarengi dengan upaya lain untuk menjaga kesehatan paru-paru, terutama menghindari kebiasaan merokok dan paparan polusi yang menjadi faktor risiko utama PPOK.

Lihat di situs asli

Berita terkait