Nasional

Perdana Menteri Qatar Kunjungi Teheran di Tengah Ancaman Trump Terhadap Negara Pendukung Iran

REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, dijadwalkan mengunjungi Teheran pada Kamis(27/8/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari gelombang diplomasi kawasan untuk mengakhiri perang...

27 Agustus 2026, pukul 03:09 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, dijadwalkan mengunjungi Teheran pada Kamis(27/8/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari gelombang diplomasi kawasan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Juru Bicara Pemerintah Qatar, Majed al-Ansari, menyampaikan, Syekh Mohammed akan bertemu dengan sejumlah pejabat Iran untuk mendiskusikan deeskalasi konflik serta menciptakan kondisi yang kondusif bagi dialog. Ia menambahkan, pembahasan tersebut juga mencakup "kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan urgensi pemulihan status quo" seperti sebelum meletusnya perang.

Baca Juga

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengonfirmasi rencana kunjungan Sheikh Mohammed. Berdasarkan pernyataan resminya, pertemuan tersebut fokus pada hubungan bilateral, "kelanjutan upaya mediasi dan inisiatif Qatar, serta perkembangan kawasan lainnya."

Qatar menjadi salah satu dari sedikit negara kawasan yang memiliki jalur komunikasi langsung dengan Washington maupun Teheran. Posisi ini memberikan peran krusial bagi Qatar untuk menghidupkan kembali jalur diplomasi setelah kesepakatan AS-Iran pada Juni lalu kandas sebulan setelahnya. Doha sebelumnya turut menengahi kesepakatan tersebut bersama Pakistan, serta menjadi perantara utama dalam negosiasi rencana perdamaian Gaza pada Oktober 2025.

Kunjungan ini juga didorong oleh kepedulian ekonomi yang mendesak bagi Qatar. Penutupan Selat Hormuz berdampak parah pada ekspor gas alam cair (LNG) negara tersebut. Menurut laporan Reuters pada Selasa, volume ekspor LNG Qatar anjlok hingga 96 persen sejak perang berkecamuk pada akhir Februari, yang menguras pendapatan negara hingga 24 miliar dolar AS.

Kapal Gamsunoro milik PIS yang sempat tertahan sejak awal Maret 2026 akibat konflik AS dan Iran, pada Rabu, 24 Juni 2026, pukul 20.00 WIB berhasil melintasi titik kritis Selat Hormuz dengan aman. - (Pertamina)

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait