Nasional

Perkuat Pendidikan Vokasi, 200 Siswa Ikuti Program BUMA School

JAKARTA — Sebanyak 200 siswa dari 10 sekolah menengah kejuruan (SMK) menyelesaikan program BUMA School tahun ajaran 2025/2026. Dari jumlah tersebut, 170 siswa memperoleh sertifikasi kompetensi mekanik dari Badan...

29 Oktober 2026, pukul 22:46 WIB · dibaca 0 kali

JAKARTA — Sebanyak 200 siswa dari 10 sekolah menengah kejuruan (SMK) menyelesaikan program BUMA School tahun ajaran 2025/2026. Dari jumlah tersebut, 170 siswa memperoleh sertifikasi kompetensi mekanik dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Program yang dijalankan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak usaha PT BUMA Internasional Grup Tbk (IDX: DOID), tersebut bertujuan mendekatkan kompetensi lulusan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.

Baca Juga

Seluruh peserta menyelesaikan rangkaian program dan memperoleh sertifikasi Basic Mechanic Course. Selain itu, sebanyak 20 siswa menjalani praktik kerja industri (prakerin) di BUMA Rebuild Center, Balikpapan.

Peserta BUMA School tahun ajaran 2025/2026 berasal dari 10 SMK di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Direktur Utama BUMA Dian Sofia Andyasuri mengatakan, kesiapan kerja tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, tetapi juga kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, kerja sama, dan pemahaman terhadap standar profesional.

“Dengan pengalaman BUMA selama lebih dari dua dekade di industri pertambangan, kami memahami bahwa kesiapan kerja tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga disiplin, kemampuan beradaptasi, bekerja sama, serta pemahaman terhadap standar kerja profesional. Melalui BUMA School, kami ingin membawa pengetahuan dan pengalaman tersebut lebih dekat kepada siswa sejak masih di bangku SMK, sehingga apa yang mereka pelajari di sekolah semakin relevan dengan kompetensi dan standar yang benar-benar dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja,” ujar Dian dalm keterangan, Jumat (30/10/2026).

BUMA School mencakup sejumlah tahapan, mulai dari seleksi peserta, pembelajaran kurikulum teknis, pengembangan keterampilan nonteknis atau soft skills, pembinaan mental dan fisik, pemanfaatan Learning Management System (LMS), prakerin, hingga sertifikasi kompetensi.

Dalam pelaksanaannya, BUMA bertindak sebagai pemilik program, sedangkan PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), anak usaha sekaligus bagian dari fungsi sosial BUMA International Group, menjadi pelaksana program. Materi pembelajaran mencakup kompetensi teknis, keselamatan kerja, kedisiplinan, dan budaya kerja industri.

Kepala Jurusan Program Studi Otomotif Teknik Kendaraan Ringan sekaligus Koordinator BUMA School dari SMKN 5 Sidrap, Mardin Umar, mengatakan program tersebut memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan industri.

“BUMA School memberikan dampak yang sangat positif bagi sekolah. Melalui program tersebut, siswa memperoleh akses terhadap pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan industri, sementara sekolah mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan vokasi yang diberikan. BUMA School turut meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah dan mendorong SMKN 5 Sidrap semakin dikenal sebagai salah satu pilihan pendidikan vokasi unggulan di wilayahnya,” ungkap Mardin.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait