REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Pernahkah Anda merenungkan saat membaca Alquran ayat-ayat terakhir Alquran banyak yang ditutup dengan rima yang sama?
Sebagai contoh kecil saja adalah surat Al-Ikhlas dan surat al-Nas. Kedua surat ini dipungkasi dengan rima dan susunan huruf yang sama.
Baca Juga- 12 Kisah Singkat Ini Ungkap Cara Umar Bin Khattab Jauhkan Kepentingan Keluarga dari Kekuasaan
- 6 Sifat dan Amalan yang Pelakunya Dijanjikan Surga Oleh Allah SWT, Tetapi dengan Syarat..
- 6 Sifat Malaikat Jibril Ini Bantah Anggapan Kafir Quraisy tentang Kepalsuan Alquran
Hal yang demikian dalam kajian ilmu Alquran disebut dengan fashilah Alquran. Yaitu kata yang terletak di akhir ayat. Fashilah muncul pada tempat-tempat jeda dalam penyampaian kalimat untuk memperindah tuturan.
Menurut Imam Al-Zarkasyi dalam kitabn Al-Burhan fi Ulum Alquran, inilah salah satu cara Alquran membedakan dirinya dari bentuk tuturan lainnya.
Fashilah disebut demikian karena pada bagian tersebut dua rangkaian kalimat terpisah, yakni akhir suatu ayat dipisahkan dari ayat sesudahnya. Istilah yang digunakan bukanlah saj‘ (sajak), melainkan fashilah.
Dalam Syarh Muqaddimah At-Tashil li Ulum At-Tanzil karangan Ibni Juzay dijelaskan, para ulama berbeda pendapat mengenai keberadaan saj‘ dalam Alquran.
Namun, perbedaan tersebut pada hakikatnya hanya bersifat terminologis dan bermuara pada kesepakatan. Sajak yang tercela dan dilarang, yaitu sajak para dukun, tidak terdapat dalam firman Allah SAW.
Hal ini berbeda dengan sajak yang baik dan benar, yang terdapat dalam firman Allah, sabda Rasulullah SAW serta perkataan para ahli bahasa Arab yang fasih dan memiliki kemampuan retorika.
Para ulama telah menjelaskan sejumlah manfaat fashilah Alquran. Di antaranya adalah pendapat Imam Al-Qurthubi dalam kitab tasirnya.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika