DELI SERDANG — Pemerintah meluncurkan Program Pesantren Bebas Tuberkulosis (TB) secara nasional. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis di lingkungan pesantren sekaligus memastikan para santri mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang layak dan memadai.
Peluncuran program dipusatkan di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini dihadiri Wakil Menteri Agama, Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Dalam Negeri, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Direktur Jenderal Pesantren, sejumlah pejabat kementerian/lembaga, serta para pengasuh pondok pesantren.
Baca Juga- Babak Baru Ekspor SDA Inddonesia, Menteri Bahlil Tertibkan Alur Ekspor SDA Tak Lagi Transit
- Pakar Hukum: Putusan MA soal Penyetaraan Ijazah Gibran Tak Otomatis Gugurkan Jabatan Wapres
- Madrid Incar Kemenangan Keempat di Liga Champions, AEK Andalkan Magis Kandang
Peluncuran dilakukan oleh Wakil Menteri Agama, Wakil Menteri Kesehatan, dan Wakil Menteri Dalam Negeri sebagai wujud komitmen bersama pemerintah dalam membangun lingkungan pesantren yang sehat. Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi, Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, serta para pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.
Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi'i, mengatakan Program Pesantren Bebas TB merupakan wujud sinergi pemerintah dalam memperluas deteksi dini, pencegahan, dan penanganan tuberkulosis di lingkungan pesantren.
Menurut dia, lebih dari 40 ribu pesantren dengan jutaan santri di seluruh Indonesia membutuhkan perhatian serius dalam aspek kesehatan. Para santri memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik sebagaimana masyarakat lainnya.
"Ada empat puluh ribu lebih pesantren dengan jutaan santri di seluruh Indonesia. Santri juga memiliki hak yang sama dalam kesehatan. Ini sejalan dengan cita-cita mulia Presiden Prabowo melalui Asta Cita keempat, yaitu pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, dan kesehatan,"ujar Romo Syafi'i.
Para santri membersihkan sampah di lingkungan pesantren (ilustrasi) - (dokpri)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika