REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menduga polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ditunggangi kepentingan politik tertentu. PSI menilai polemik tersebut tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik, meski belum mengungkap pihak yang diduga berada di baliknya.
Ketua DPP PSI Bestari Barus mengatakan dugaan keterlibatan kekuatan politik dalam polemik tersebut cukup kuat. Namun, ia menegaskan dan tetap meyakini soliditas koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga- Bikin Salfok! Kostum Anya Taylor Joy di Dune: Part Three Dinilai Mirip Mukena
- Menlu RI dan 18 Negara OKI Kutuk Pembukaan Kedubes Kolombia untuk Israel di Yerusalem
- Soal Kasus BNPB, KPK Peringatkan Dana Siap Pakai Jangan Jadi Ajang Bancakan
"Sebetulnya sudah sangat terang, tetapi ya ini kami melihatnya sudah sangat terang, tapi dugaan kami keras ini ditunggangi oleh kepentingan, kekuatan, kepentingan politik tertentu untuk tujuan tertentu yang di mata kami sangat jelas apa tujuannya. Namun kami meyakini bahwa koalisi Pak Prabowo Gibran ini kuat," kata Bestari saat dihubungi Republika, Jumat (16/10/2026).
Ia juga menyebut,apabila dugaan tersebut benar, pola politik semacam itu tidak mencerminkan praktik politik yang semestinya.
"Ini menduga sangat bahwa tidak mungkin tidak ditunggangi oleh kekuatan politik tertentu, itu ditunggangi oleh kekuatan politik tertentu lah, hanya saja bila mana itu benar maka saya menyatakan bahwa itu model berpolitik kebanci-bancian aja," katanya.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika